Penjelasan Kapolda Tak Bisa Keluarkan Izin Pertandingan Persib vs Arema

PERISTIWA » MALANG | 22 Oktober 2019 14:45 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi bertemu dengan manajemen Persib Bandung untuk menjelaskan perizinan yang belum bisa dikeluarkan untuk melangsungkan laga di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Ia pun menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada perwakilan supporter.

Permasalahan izin ini membuat laga antara Persib Bandung melawan Arema Malang ditunda, lalu menjamu Persebaya di Bali. Laga terdekat yang akan dilakoni melawan FC Bhayangkara kemungkinan besar dihelat di stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Rudy menjelaskan, izin keramaian tidak dikeluarkan karena alasan keamanan. Berdasarkan laporan intelejen, ada kelompok di luar pendukung Persib yang berpotensi memanfaatkan keramaian untuk membuat kerusuhan dan mengganggu kondusifitas keamanan. Hal ini pun tidak terlepas dari dinamika politik yang terjadi di Indonesia.

"Kan sekarang ini sedang ada satu kelompok yang ingin memanfaatkan orang banyak menjadi rusuh. Sudah terbukti beberapa kali di Bandung," katanya usai menggelar diskusi di kantor manajemen Persib Bandung, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (22/10).

"Saya menyampaikan permohonan maaf Polda Jabar belum bisa memberikan izin untuk menyelenggarakan pertandingan karena situasi keamanan. Ini untuk menjaga ketertiban masyarakat di Jabar, di Bandung terutama," lanjut Rudy.

Setelah situasi kondusif, ia berjanji untuk mengeluarkan izin keramaian dan siap menjadi kepala pengamanan pertandingan kandang Persib Bandung. Untuk sementara, pihaknya akan memfasilitasi supporter dengan menyelenggarakan nonton bareng (nobar).

"Ya tadi saya dapat masukan kami akan siapkan nobar apabila persib bertanding. Saya akan siapkan nobar di tempat yang besar yang memungkinkan. Mungkin di Gasibu yang paling nyaman," terangnya.

Di lain pihak, setelah pertandingan melawan FC Bhayangkara, Persib Bandung dijadwalkan bertanding melawan Persija Jakarta akhir bulan ini. Disinggung mengenai hal itu, Rudy mengaku masih akan melakukan diskusi sekaligus memantau kondisi.

"Ya nanti kita bicara bagaimana bagusnya. Nanti lihat lagi, perlu diskusi," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Persib Apresiasi Sikap Kapolda Jabar

Manajer Persib, Umuh Muchtar mengapresiasi permintaan maaf yang disampaikan Kapolda Jabar secara terbuka kepada tim, manajemen dan supporter. Ia mengaku sudah memahami situasi yang terjadi saat ini, terlebih diperkuat dengan informasi intelejen.

"Kapolda janji besok atau lusa kalau sudah kondusif dan tidak ada masalah, pemberian izin tidak akan susah. Sementara ini, lihat besok atau lusa mudah-mudahan tidak ada lagi gejolak atau demo," ujarnya.

Perwakilan dari supporter, Heru Joko menilai permintaan maaf yang disampaikan adalah penghargaan untuk semua pecinta Persib Bandung. Setelah mendapat penjelasan, ia mengerti kondisi keamanan kurang bagus jika dipaksakan. Hanya saja, ia berharap pihak kepolisian segera menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam mengatasi potensi kerusuhan.

Ditanya mengenai pendukung Persib di tingkat akar rumput, Heru mengakui sulit untuk membendungnya. Namun, ia berharap semua bisa mengerti dan tetap mendukung Persib Bandung dengan cara yang baik.

"Akar rumput itu kan memang sudah cinta, ngebully kita bukan karena benci, tapi mereka ingin dukung timnya, saya paham semua itu. kita bekerja, kita terus mengupayakan lihat keadaan langsung, dan kondisinya memang mengkhawatirkan," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Hasil Shopee Liga 1: Arema FC Bermain Imbang dengan Persipura Jayapura 2-2
Hasil Shopee Liga 1: Semen Padang Dikalahkan Madura United 1-2
Hasil Shopee Liga 1: PSM Makassar Ditaklukkan Persija Jakarta 0-1
Link Live Streaming PSM Makassar vs Persija Jakarta 20 Oktober 2019
Link Live Streaming Persipura Jayapura Vs Arema 20 Oktober 2019
Hasil Shopee Liga 1 2019: Persib Bandung Kalahkan Persebaya Surabaya 4-1

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.