Penjelasan Kemenkes soal WHO Sebut Kematian Covid di RI 7 Kali Lipat Data Resmi

Penjelasan Kemenkes soal WHO Sebut Kematian Covid di RI 7 Kali Lipat Data Resmi
Pemakaman Korban Covid-19. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 6 Mei 2022 14:39 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan pandemi Covid-19 menyebabkan hampir 15 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia. Ada sejumlah negara mencatat angka kematian lebih tinggi yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah.

Negara tersebut di antaranya Mesir, India, Pakistan, Indonesia, Bangladesh, Bolivia, Serbia, Kazakhstan, Filipina, dan Rusia. Posisi Indonesia berada di bawah Mesir, India, dan Pakistan.

Catatan WHO, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebenarnya 7,1 kali lipat dari data yang dilaporkan pemerintah.

"Angka riil kematian akibat pandemi (excess deaths) di Indonesia 7,1x lipat angka resmi pemerintah. 7,1 x 156.340 = 1.110.014. Diperkirakan lebih dari 1 juta jiwa," kata Inisiator Kawal Covid-19 Ainun Najib melalui akun Twitternya @ainunnajib dikutip Jumat (6/5).

2 dari 2 halaman

Tanggapan Kemenkes

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menanggapi data tersebut. Menurutnya, bisa saja angka kematian akibat Covid-19 lebih besar dari data yang dilaporkan pemerintah.

"Kalau angka estimasi atau modeling bisa saja lebih besar," kata Nadia kepada merdeka.com, Jumat (6/5).

Menurutnya, data yang dilaporkan pemerintah dan hasil modeling bisa berbeda karena sejumlah faktor. Misalnya, data pemerintah bergantung pada jumlah masyarakat yang bersedia dites Covid-19 dan ditracing (ditelusuri).

Data Kementerian Kesehatan Kamis (5/5), total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 6.047.741. Dari jumlah tersebut, sebanyak 156.340 meninggal dunia, 5.884.770 sudah sembuh, dan 6.631 masih dirawat.

Temuan total kasus konfirmasi positif Covid-19 itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 95.898.504 spesimen dari 63.253.158 orang. Covid-19 terdeteksi di Indonesia sejak awal Maret 2020. (mdk/noe)

Baca juga:
Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 5 Mei 2022
Riset: Omicron Bukan Lebih Ringan, Tapi Sama Parahnya dengan Varian Covid Sebelumnya
Kemenkes: Tiga Anak yang Meninggal Diduga Hepatitis Akut, Negatif Covid-19
Penentuan Skema Endemi Covid-19 Menunggu Hasil Evaluasi Pasca-mudik
WNI Harus 7 Kali Tes PCR untuk Ikut Salat Idulfitri di KBRI Beijing

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini