Penjelasan Lengkap Heboh Atlet Senam Dicoret dari Sea Games

Penjelasan Lengkap Heboh Atlet Senam Dicoret dari Sea Games
PERISTIWA | 30 November 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Seorang atlet Sea Games dari cabang Senam Artistik asal Kota Kediri, Jawa Timur, Shalfa Avrila Siani dipulangkan paksa oleh tim pelatihan karena dituduh sudah tidak perawan. Shalfa gagal mewakili Indonesia di ajang Sea Games 2019 di Filipina.

Kabar Shalfa dicoret dan gagal ikut Sea Games menjadi heboh di masyarakat. Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga angkat suara untuk meluruskan isu yang beredar tersebut.

Berikut ini penjelasan lengkap atlet Sea Games yang dicoret karena dituduh tak perawan:

1 dari 3 halaman

Orangtua Atlet Kecewa

Orang tua Shalfa Avrila Siani, Ayu Kurniawati kecewa dengan tuduhan tersebut terlebih putrinya gagal mewakili Indonesia di ajang Sea Games 2019 Filipina. Shalfa dicoret tim kepelatihan dengan alas sudah tidak perawan. Mendengar kabar tersebut keluarga menjemput Shalfa di Pelatnas Sea Games, Gresik.

Atas tuduhan Shalfa tak perawan, pihak keluarga memeriksa atlet tersebut ke RS Bhayangkara dan tidak terbukti.

"Ternyata hasil pemeriksaan tim dokter, selaput daranya masih utuh. Saat ini Shalfa terpukul hingga tidak mau bersekolah," kata Ayu Kurniawati, Ibu Kandung Shalfa, Jumat (29/11).

Shalfa telah berjuang keras demi menggapai cita- citanya. Shalfa mulai masuk Pelatnas ketika masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sejak saat itu Shalfa berpisah dengan orang tuanya. Selain memborong puluhan medali, Shalfa juga dua kali meraih piagam Satya Yasa Cundamani, sebuah penghargaan tertinggi dari Pemerintah Kota Kediri.

2 dari 3 halaman

Bukan karena Keperawanan namun Indisipliner

Sementara itu, Kemenpora memberikan klarifikasi terkait kabar pemulangan atlet senam Shalfa Avrila Siani oleh Persatuan Senam Indonesia (Persani). Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan, persoalan pemulangan atlet tersebut bukan terkait masalah keperawanan, melainkan tindakan indisipliner dari sang atlet.

"Kami langsung call Bu Ita (Yuliati Irawan) dari Persani, dan infonya sebagai berikut, katanya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani. Yang benar kata Pak Indra (pelatih Shalfa yang di Jatim) bahwa atlet tersebut indisipliner dan kurang fokus dan berdampak pada prestasi yang menurun," kata Gatot S. Dewa Broto dalam siaran tertulis, Jumat (29/11).

Gatot melanjutkan, "Sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games. Dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi." sambungnya.

3 dari 3 halaman

Sikap Kemenpora

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto juga mengatakan dalam olahraga termasuk senam ada proses promosi dan degradasi. Atlet yang mampu menunjukkan performa meningkat akan promosi ke tim utama. Sebaliknya jika tidak bisa menunjukkan kualitas, maka akan tersisih dan diganti atlet lain.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan. Sesuai dengan Perpres 95 Tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabor (cabang olahraga), bukan di Kemenpora maupun KONI," kata dia.

Kemenpora akan menindak tegas induk cabang olahraga apabila melakukan pemulangan atlet tanpa ada alasan bisa diterima dengan akal. "Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas. Karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan soal prestasi," ujar Gatot. (mdk/dan)

Baca juga:
Ketum Persani: Shalfa Digantikan Yogi Novia Murni Alasan Prestasi Bukan Hal Lain
KONI Jatim: Shalfa Dipulangkan karena Indisipliner, Bukan Soal Perawan
Atlet Senam yang Gagal Ikuti SEA Games Dikenal Berprestasi Punya Puluhan Medali
Dituduh Tidak Perawan, Atlet Senam Asal Kediri Dicoret dan Gagal Ikut SEA Games
Kemenpora Sebut Atlet SEA Games Dicoret Bukan karena Keperawanan namun Indisipliner

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami