Penjelasan Lengkap Kejagung soal Imbauan Terdakwa Tak Pakai Atribut Agama saat Sidang

Penjelasan Lengkap Kejagung soal Imbauan Terdakwa Tak Pakai Atribut Agama saat Sidang
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. antara
NEWS | 21 Mei 2022 11:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengkritisi perubahan penampilan kerap terjadi pada terdakwa dalam persidangan. Mereka mendadak religius, karena memakai atribut keagamaan.

Praktis, ucapan itu menuai pro kontra. Polemik terjadi di tengah masyarakat.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan, sebagaimana diatur dalam Hukum Acara Pidana bahwa kewajiban menghadirkan terdakwa di persidangan adalah Penuntut Umum.

Penggunaan pakaian yang sopan di depan persidangan pun diatur dalam tata cara persidangan masing-masing Pengadilan Negeri setempat.

"Bahwa imbauan yang disampaikan oleh Jaksa Agung RI di beberapa kesempatan terkait dengan penggunaan pakaian dengan atribut keagamaan tertentu hanya bersifat penertiban internal Kejaksaan sehingga petugas tahanan dan jaksa yang menjalani sidang tidak menyalahartikan pakaian yang sopan tersebut dengan menggunakan atribut keagamaan," tutur Ketut dalam keterangannya, Sabtu (21/5).

Menurut Ketut, sampai saat ini tidak ada aturan yang dikeluarkan Kejagung terkait dengan penggunaan atribut keagamaan oleh terdakwa saat menghadiri persidangan.

"Sampai saat ini, Kejaksaan Agung tidak mengeluarkan kebijakan khusus mengenai hal tersebut. Dengan penjelasan ini, diharapkan agar tidak lagi menjadi polemik terkait dengan penggunaan pakaian terdakwa di persidangan," kata Ketut.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengimbau kepada para terdakwa yang menjalani persidangan, agar tidak lagi mengenakan pakaian atau pun atribut keagamaan tertentu saat berhadapan dengan hakim di meja hijau.

Hal itu pun menjadi atensi untuk setiap jajaran kejaksaan, termasuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memang bertugas menghadirkan terdakwa.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyebut, imbauan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Jangan sampai ada kesan bahwa yang melakukan tindak pidana hanya agama tertentu dan seolah-olah alim pada saat disidangkan," tutur Ketut saat dikonfirmasi, Selasa (17/5).

Menurut Ketut, Jaksa Agung ST Burhanuddin pun mengungkit kembali imbauan tersebut saat acara halal bi halal jajaran kejaksaan pada Senin, 9 Mei 2022 lalu.

"Untuk mempertegas nanti akan dibuatkan surat edaran ke Kejaksaan seluruh Indonesia," jelas dia.

Lebih lanjut, dalam persidangan para terdakwa dapat mengenakan pakaian yang sopan dilengkapi rompi tahanan. Dengan begitu, tidak ada pula pandangan negatif terhadap JPU yang sengaja mendiskreditkan suku, agama, ras, hingga adat istiadat tertentu lewat penggunaan pakaian atau pun atribut terdakwa.

"Kita nanti samakan semua yang penting berpakaian sopan," katanya.

Reporter: Nanda Perdana/Liputan6.com

Baca juga:
Jaksa Agung Larang Terdakwa Gunakan Atribut Keagamaan di Persidangan
Kejagung Restoratif Justice 6 Perkara Penganiayaan: Korban Sudah Memaafkan
Diperiksa Kejagung, Presdir Alfamart Terseret Kasus Suap Ekspor CPO
Kasus Mafia Tanah Cipayung, Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Digeledah
Kejagung Sita 5.000 Hektar Area Tambang milik Heru Hidayat Tersangka Jiwasraya
Kejagung Belum Temukan Aliran Dana Suap Izin Ekspor CPO ke Partai Politik
Kejagung Sita Ponsel Tersangka Kasus Korupsi Impor Baja Kemendag

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami