Penjelasan Pemerintah Soal 5 Provinsi Belum Ditemukan Kasus Positif Virus Corona

Penjelasan Pemerintah Soal 5 Provinsi Belum Ditemukan Kasus Positif Virus Corona
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 29 Maret 2020 15:57 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Lima provinsi di Indonesia tercatat belum ditemukan kasus positif virus corona. Yakni Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, lima provinsi tersebut sampai sejauh ini memang belum ada yang positif terpapar virus corona. Namun, secara antibodi bisa dinyatakan positif.

"Dari data tersebut, provinsi yang tadi disebut memang belum ada yang positif. Tetapi kan kita juga sudah mengirimkan Rapid Diagnostic Test (RDT) yang berbasis pada pemeriksaan serologi immunoglobulin, bukan pemeriksaan antigennya, pemeriksaan antibodinya," kata Yurianto saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (29/3).

"Jadi pemeriksaan antibodi yang kita kirimkan kepada mereka dan kemudian telah mereka lakukan screening, mereka menemukan beberapa kasus positif. Tetapi positif pemeriksaan rapid basis antibodi, yang tentunya harus dilakukan kelanjutannya dengan menuju pemeriksaan antigen," sambungnya.

Meski begitu, mereka yang positif secara antibodi tetap harus dilakukan isolasi. Hal itu sebagai bentuk antisipasi apabila bener ada yang positif terpapar corona.

"Tetapi tatalaksana harus sudah mulai dianggap, jadi kita harus mengantisipasi. Maka yang positif RDT harus sudah dianggap positif juga secara antigen, tujuannya adalah supaya kita tidak kecolongan. Artinya isolasinya harus sudah dilakukan dan sebagainya, nah ini yang kita lakukan," ujarnya.

Yurianto memastikan, pihaknya telah memberikan data-data tersebut kepada dinas kesehatan masing-masing provinsi. "Jadi khusus untuk pemeriksaan rapid itu dikelola dinas tidak kita rilis, tidak dirilis secara nasional. Semua provinsi sudah ada," katanya.

Dia menegaskan, mereka yang positif dalam pemeriksaan antibodi, tidak bisa bisa dinyatakan terpapar virus corona. Karena, mereka hanya baru menjalani pemeriksaan antibodi saja.

"Sudah kita minta memperlakukan sebagai positif dengan pemeriksaan antigen. Tetapi kita tidak akan mengatakan dia positif secara keilmuwan dalam konteks diangnostic tidak boleh dikatakan positif, karena baru pemeriksaan antibodi itu," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Ia menjelaskan kenapa antibodi tersebut...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami