Penjelasan Pemkot Solo Soal Kabar Warga Tolak Pemakaman Jenazah

Penjelasan Pemkot Solo Soal Kabar Warga Tolak Pemakaman Jenazah
PERISTIWA | 6 April 2020 18:26 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Penolakan pemakaman jenazah terjadi di Kota Solo. Warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon tidak mengizinkan pemakaman jenazah yang berasal dari luar kota di kampung tersebut, Senin (6/4) pagi. Warga khawatir mengkhawatirkan dampak kesehatan.

"Iya benar, kejadiannya pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saya dapat laporan dari warga ada mobil ambulans yang membawa jenazah berpelat nomor Surabaya," ujar Lurah Sangkrah, Eka Budi Mulyana.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menilai wajar adanya penolakan itu. Apalagi jenazah yang akan dimakamkan bukan warga sekitar. Menurut dia, seharusnya ada koordinasi pemerintah kota sebelum jenazah dibawa ke Solo.

"Saya kira wajar kalau ada penolakan. Kalau jenazah yang akan dimakamkan dari luar kota, seharusnya koordinasi dulu dengan pemerintah," terangnya.

Rudy tidak mempermasalahkan adanya pemakaman warga dengan status Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pemantauan (PDP) ataupun pasien positif COVID-19. Warga Solo dan sekitarnya bisa memanfaatkan pemakaman milik pemerintah.

"Silakan saja kalau ada yang mau memakamkan. Statusnya positif Covid-19 tidak masalah, kan ada prosedurnya. Tapi kalau warga luar Kota Solo ya harus koordinasi dulu," tandasnya.

Kejadian ini bermula dari laporan warga, bahwa ada orang yang meminta izin kepada ketua RT setempat untuk memakamkan jenazah di Sangkrah. Namun sejumlah warga yang mengetahui langsung menolak dengan alasan jenazah bukan warga Kelurahan Sangkrah atau Solo.

Selain khawatir, warga juga curiga, karena semasa hidup almarhum tinggal di Surabaya. Namun tiba-tiba akan dimakamkan di Sangkrah. Warga juga belum mengetahui kondisi jenazah dan petugas karena saat itu mereka masih berada di dalam mobil ambulans.

"Jadi tidak kelihatan apakah mereka pakai APD (alat pelindung diri) atau tidak," tutur Eka Budi.

Namun setelah itu, mobil jenazah segera meninggalkan lokasi. Menurutnya, tidak sempat terjadi keributan dengan warga. (mdk/cob)

Baca juga:
Wanita Pemudik di Solo Marah-Marah saat Akan Didata Satgas Covid-19
Pemkot Solo Bagikan 40.000 Sembako untuk Warga Terdampak Corona
75 Warga Solo yang Pernah Kontak dengan Pasien Corona Selesai Dikarantina
Wali Kota Solo akan Mengkarantina Pemudik yang Nekat Pulang
9 Kisah Perjuangan Dokter Moewardi, Pahlawan Kesehatan Pembela Kaum Miskin
Perkembangan Kasus Covid-19 Solo, 13 Orang PDP Sembuh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami