Penjelasan rektor Unisa terkait pelari wanita dipukul warga
PERISTIWA | 8 Mei 2018 19:32 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Video berisi seorang pelari perempuan diadang warga menjadi viral beberapa hari belakangan ini. Video itu terjadi saat Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta melakukan rangkaian acara Milad ke-27, dengan menggelar kegiatan lomba lari 5K Unisa Running 2018, Selasa (1/5).

Menanggapi video yang ramai dibicarakan di media sosial itu, pihak kampus Unisa telah melakukan mediasi dengan warga Mlangi di Balai Desa Nogotirto, Gamping. Dalam mediasi itu, kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak ada permasalahan lagi.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti mengatakan kedua pihak sudah menganggap permasalahan yang terjadi saat acara 5K Unisa Running 2018 sudah selesai. Selain itu, kedua pihak menjadikan peristiwa yang viral di media sosial itu menjadi pembelajaran bersama.

"Intinya kejadian ini menjadi pembelajaran kita semua. Punya komitmen bersama-sama ber-fastabiqul khoirot dan ber-amar makruf nahi munkar, bersama memajukan masyarakat Dusun Mlangi. Sudah permintaan maaf," ujar Warsiti di kampus UNISA, Jalan Ringroad Barat, Sleman, Selasa (8/5).

Warsiti menyampaikan perguruan tinggi merupakan bagian dari masyarakat sehingga musti terus belajar. Pembelajaran ini di antaranya tentang kewajiban sosialisasi sekaligus meningkatkan literasi digital media sosial masyarakat.

"Kita harus arif dan bijak dalam merespons informasi. Itu hal penting dalam perguruan tinggi. Setelah ini kita akan lebih banyak mengenal, dan berkegiatan bersama masyarakat," urai Warsiti.

Sementara itu menurut perwakilan warga Mlangi, KH Rifqi Aziz Makhsum menerangkan jika saat ini sudah ada kesepakatan damai antara Unisa dengan pihak warga. Sehingga permasalahan yang sudah terjadi ini dianggap selesai.

"Kami anggap masalah clear, selesai. Sudah tidak ada masalah lagi. Kami juga akan menjalin komunikasi dan ukhuwah lebih lanjut lagi dengan pihak Unisa," tutup Rifqi.

Dalam pertemuan antara pihak Unisa dan perwakilan warga Mlangi ini ditandatangani pernyataan bersama. Surat pernyataan bersama itu ditandatangani Rektor Unisa Warsiti dan perwakilan warga Mlangi, KH Rifqi Aziz Makhsum. Adapun isinya adalah:

1. Bahwa pada dasarnya Unisa dan warga Mlangi memiliki semangat ukhuwah untuk membangun masyarakat dengan menghormati pandangan masing-masing.

2. Sehubungan dengan informasi yang beredar luas di masyarakat tentang pemukulan pantat pelari, kami telah melakukan klarifikasi bahwa hal tersebut tidak terjadi dan pemberitaan yang berkembang telah melebar dari substansi yang sebenarnya.

3. Para pihak telah menyadari kekurangan masing-masing dan telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dan berupaya untuk memperbaiki agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

4. Unisa meminta maaf kepada para ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat Mlangi atas kurangnya sosialisasi kegiatan dan kurangnya pemahaman terhadap kondisi sosial budaya setempat.

5. Para remaja yang terlibat meminta maaf kepada peserta dan Unisa atas respon spontan dan tindakan emosional yang mengakibatkan ketidaknyamanan pelaksanaan kegiatan.

6. Meminta semua pihak untuk menghentikan penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

7. Secara geografis, peristiwa yang terekam dalam video tidak terjadi di wilayah Dusun Mlangi.

8. Meminta semua pihak untuk mengedepankan penggalian informasi dan tabayun kepada pihak-pihak terkait dan tidak memperkeruh suasana dalam rangka menjaga ukhuwah Islamiyah dalam bingkai persatuan dan kesatuan NKRI.

Baca juga:
Camat Gamping soal pelari wanita diadang warga: Tak hormati aturan lokal
Kasus video porno perempuan dewasa dan bocah dilimpahkan ke Kejari Bandung
Kisah Briptu Nova, Polwan cantik tak hadiri akad nikahnya demi ujian kepolisian
Viral video polisi di Blora tampar perempuan, ini faktanya
Lihat video pelecehan seksual anaknya yang difabel, sang ibu menangis

(mdk/cob)