Penjelasan Ridwan Kamil Soal Jakarta Tak Pernah Didesain untuk Ibu Kota Negara

Penjelasan Ridwan Kamil Soal Jakarta Tak Pernah Didesain untuk Ibu Kota Negara
ridwan kamil. ©2022 Merdeka.com/humas pemprov Jabar
NEWS | 26 Januari 2022 20:24 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan berdasarkan penelusuran sejarah, wilayah Jakarta tidak dipersiapkan sebagai ibu kota negara. Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno pun sempat memilih Kalimantan.

Hal ini ia sampaikan saat ditanya mengenai keputusan pemerintah pusat yang memindahkan Ibu Kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan.

Menurut dia, ada tiga wilayah saat zaman kolonial yang dipersiapkan dan sudah disurvei dari semua aspek. Yakni, Bandung, Malang dan Surabaya.

Semua bermula saat terjadi pandemi malaria yang menyebabkan ribuan warga meninggal dunia di wilayah Jakarta yang dulu masih bernama Batavia, Ibu Kota Hindia Belanda.

"Diputuskanlah oleh pemerintah kolonial memindahkan ibu kota disurvei di tiga lokasi Malang, Surabaya, Bandung yang dipilih adalah Bandung dengan segala perhitungan," kata dia, Rabu (26/1).

Jejak keputusan itu terlihat dari bangunan bersejarah berupa kantor pemerintahan. Contohnya, Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) terletak di Landraad Weg sekarang bernama Jalan Perintis Kemerdekaan.

Lokasi ini awalnya masih berupa penginapan bernama Villa Maria. Perusahaan kereta api dan trem Negara, Staatsspoor en Tramwegen (SS en Tr) secara bertahap mulai menempati bekas Villa Maria sejak tahun 1916.

Tak hanya itu, basis markas militer pun terdapat di kawasan Bandung Raya, yakni Kota Bandung dan Kota Cimahi. Namun, rencana menyelesaikan Ibu Kota di Bandung tidak pernah tuntas karena terputus saat masa penjajahan Jepang di Indonesia.

"Makanya PT KAI sampai sekarang kantor pusatnya di Bandung, pindahlah kementerian ESDM makanya ada museum geologi. Jepang keburu datang. Terputuslah ibu kota negara versi pemerintah kolonial itu oleh takdir sejarah. Jadi Jakarta itu tidak pernah didesain sebagai ibu kota," Ia menjelaskan.

Hingga bergulir waktu, Jakarta menjadi Ibu Kota negara meski secara fundamental tidak mewakili nilai kebangsaan. Wilayah tersebut berperan sebagai mesin ekonomi dominan di samping menjadi pusat pemerintahan.

2 dari 2 halaman

Ibu Kota di Kalimantan Ide Soekarno

Risikonya, pemerintahan dan perekonomian di Jakarta rentan lumpuh jika ada gejolak yang tinggi. Demonstrasi besar-besaran, ia misalkan, bisa menjadi salah satu sebabnya.

"Jadi republik ini sebelumnya tidak pernah punya sejarah mendesain ibu kotanya yang benar fundamental dan mewakili semua nilai kebangsaan, itu belum pernah ada di Jakarta. Makanya ada yang nanya melumpuhkan Jakarta mah (bisa) oleh sebuah demo politik ekonomi," ungkap dia.

Rencana mengenai perpindahan ibu kota ke Kalimantan yang saat ini hangat diperbincangkan sebetulnya bukan barang baru. Ide atau usulan tersebut sudah pernah tercetus saat pemerintahan Indonesia dipimpin Ir. Soekarno.

"Bung Karno memilihnya Palangkaraya. Di mana di Kalimantan tidak ada gunung berapi jauh dari laut sehingga pada teori pertahanan kalau ada negara nyerang dari laut pasti jauh kira-kira akhirnya diputuskan sekarang mungkin ada pertimbangan lain," jelas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Ini Enam Klaster Rencana Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Bappenas: Ibu Kota Baru Kunci Pertumbuhan Ekonomi Lebih Cepat
KPK Ikut Pantau Pembangunan Ibu Kota Negara
Anggota Pansus Sebut Ruang Uji Materi UU IKN Terbuka
Kepala Otorita IKN Nusantara Dinilai Harus Bisa Lanjutkan Program Pembangunan Jokowi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami