Penuhi Bahan Baku Pupuk NPK, Semen Baturaja Suplai Tanah Liat ke Pusri

PERISTIWA | 22 Januari 2020 00:32 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) siap menyuplai white clay atau tanah liat ke PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. Tanah liat merupakan salah satu bahan pembuatan pupuk NPK.

Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan, kesiapan itu ditunjukkan dengan penandatanganan surat perjanjian jual beli white clay sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman sinergi antar BUMN pada 2019. Kerja sama berlaku selama periode satu tahun ini.

"Dengan telah ditandatanganinya surat perjanjian jual beli tersebut, maka kami siap mensuplai white clay sebanyak 50.000 MT per tahunnya kepada Pusri untuk bahan baku NPK," ungkap Jobi, Selasa (21/1).

Dijelaskannya, tanah liat itu berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Dia berkeyakinan kerja sama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan.

"Kami yakin saling untung, terlebih bagi Pusri. Dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya telah menjajaki potensi bisnis white clay sejak 2019. Di tahun ini, SMBR akan fokus pada ekspansi produk semen dari hulu ke hilir sebagai salah satu strategi perseroan dalam menghadapi over supply semen. Selain bisnis white clay, SMBR juga telah menjajaki bisnis mortar, bata ringan dan beton porous.

"Untuk semen mortar sudah dilakukan trial market di area Lampung mulai bulan Oktober 2019 lalu," kata dia.

Dia menambahkan, SMBR akan tetap fokus kepada core business perseroan dengan memaksimalkan penjualan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

"Kami juga tengah mempersiapkan menjajal dua wilayah pasar baru yang juga menjanjikan yaitu Pontianak dan Banten," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
KPK Periksa Theo Lekatompessy Sebagai Saksi Tersangka Kasus Suap Pupuk
Tutup Tahun 2019, Petrokimia Gresik Ekspor 26 Ribu Ton Pupuk NPS ke India
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Capai 4,61 Juta ton Sepanjang 2019
Pupuk Indonesia Gunakan Gudang Berteknologi Modern di Sulawesi, Ini Kelebihannya
Per 15 Desember, Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 8,13 Juta Ton
Hadapi Musim Tanam 2020, Stok Pupuk Aman untuk Tiga Bulan ke Depan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.