Penularan Covid-19 Masih Tinggi, PKM di Semarang Diperpanjang 14 Hari

Penularan Covid-19 Masih Tinggi, PKM di Semarang Diperpanjang 14 Hari
PERISTIWA | 7 Juni 2020 01:31 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Angka penularan Covid-19 di Semarang tergolong masih tinggi. Tren ini membuat pembatasan sosial masyarakat (PKM) diperpanjang 14 hari ke depan hingga terhitung sejak 8 Juni 2020.

"Kita perpanjang PKM jilid ketiga karena tren kasus penularan covid-19 meningkat tinggi pada PKM jilid kedua," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Sabtu (6/6).

Dia mengungkapkan dari hasil penelusuran tren penularan meningkat pada angka 52 kasus positif. "Pada sampai saat ini tambah terus jadi 168 orang penderita corona. Kalau sudah begini trennya tidak menurun, justru naik pesat," ungkapnya.

Tingginya angka tersebut didapat dari penyelenggara hasil swab tes dan rapid tes massal yang digelar di beberapa titik strategis.

"Dari beberapa hasil tes, terdapat beberapa klaster baru bermunculan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Terkait pelaksanaan PKM jilid ketiga nanti, peraturan yang berlaku masih sama dengan sebelumnya. Namun ada beberapa perubahan dalam aturan dalam beribadah. Adapun tempat ibadah boleh dibuka kembali dengan syarat mematuhi protokol kesehatan.

"Tentunya harus ketat social distancing dan pembatasan jumlah umat yang akan mengikuti kegiatan ibadah. Pengelola rumah ibadah pun kami minta memberikan laporan dan kesiapan protokol kesehatan kepada gugus tugas," imbuhnya.

Bila jumlah umat kurang dari 100 orang, maka laporannya ditujukan kepada gugus tugas tingkat kecamatan. Sementara bila umat mencapai 100 orang lebih harus melapor ke gugus tugas tingkat kota.

"Untuk acara pernikahan dan pemakaman yang semula hanya boleh dihadiri 10 orang, kini diberikan kelonggaran boleh dihadiri 30 orang. Namun semua harus tetap memperhatikan protokol kesehatan," tegasnya.

Untuk sektor hiburan, pihaknya sampai saat ini belum memberikan izin untuk membuka tempat hiburan malam. Sedangkan untuk kafe dan pedagang kaki lima tetap operasional dibatasi pukul 21.00 WIB.

"Jika ada temuan pengelola kafe dan PKL bandel melebihi batas waktu operasional, maka akan ditindak tegas oleh gugus tugas dari unsur TNI serta polri," tuturnya.

Seiring berjalannya PKM jilid ketiga, pihaknya dalam hal ini Pemkot Semarang tetap masih akan menggelar rapid test dan swab test massal.

"Sehingga harapannya bisa diketahui posisi posisi penularan dan agar bisa kita lakukan pencegahan," tutupnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Masuk PSBB Transisi DKI, Operasional LRT Kembali Normal 8 Juni 2020
PSBB Transisi Akan Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anies Buka Rumah Ibadah, Gereja Katedral Belum Gelar Ibadah Tatap Muka
Masa PSBB Transisi Jakarta, Motor Kena Aturan Ganjil-Genap
Penjelasan Dasar Hukum Sanksi Denda Rp 250.000 saat Masa Transisi di DKI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5