Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker

Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker
KRL. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 5 April 2020 20:47 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mewajibkan penumpang pengguna kereta untuk mengenakan masker penutup mulut. Kebijakan ini sesuai seruan Gubernur DKI nomor 9 tahun 2020 tentang penggunaan masker di tempat umum.

"Sesuai dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 9 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Covid-19, PT KCI mengajak seluruh pengguna jasa KRL untuk menggunakan masker saat berada di lingkungan stasiun maupun di dalam KRL. Hal ini merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan bersama dan mencegah penularan Virus Corona," kata Manager External Relations PT KCI Adli Hakim, Minggu (5/4).

Mulai Senin (6/4) besok, PT KCI akan melakukan sosialisasi kepada penumpang di lingkungan stasiun dan kereta untuk menggunakan masker berbahan kain yang saat ini dianjurkan setidaknya untuk menahan air yang berasal dari rongga-rongga pernapasan (droplets).

"Penggunaan masker untuk naik KRL ini akan diwajibkan untuk seluruh pengguna KRL mulai 12 April 2020. Menjelang tanggal tersebut, para petugas di stasiun dan KRL akan senantiasa mengingatkan pengguna mengenai pentingnya menggunakan masker," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Hal itu sejalan dengan langkah yang sudah diambil lebih dulu oleh pengelola transportasi lainnya yang ada di Jakarta seperti TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Secara serempak akses transportasi umum yang paling sering digunakan oleh banyak orang itu menerapkan kebijakan yang mewajibkan penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ruang publik.

Pemprov DKI saat ini menganjurkan masker kain dengan dua lapis yang dapat digunakan berulang kalo dan dicuci untuk mengurangi penggunaan masker medis dan masker N-95 yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis.

Hingga Minggu (5/4) malam, sebanyak 1.143 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi berada di Jakarta. Dengan rincian 728 orang dirawat intensif di rumah sakit, 246 orang melakukan isolasi mandiri, 111 orang meninggal dunia, dan 58 orang sembuh.

Atas besarnya angka positif Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat dan sedang dalam proses perizinan dari Kementerian Kesehatan RI.

(mdk/fik)

Baca juga:
CEK FAKTA: Tidak Benar Penghentian Transportasi Massal Jabodetabek
Februari 2020, Jumlah Penumpang Kereta Turun Tertekan Anjloknya Pengguna KRL
Transportasi Umum Sepi, Masyarakat Makin Sadar Jaga Jarak Cegah Sebaran Covid-19
Penumpang KRL Anjlok 700.000 Orang dalam 2 Pekan Imbas Virus Corona
Cegah Sebaran Corona, Stasiun KRL Sediakan Tempat Cuci Tangan dan Social Distancing
Imbas Covid-19, Jumlah Penumpang MRT, LRT, TransJakarta dan KRL Turun Signifikan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami