Penumpang Tak Bermasker di Terminal Tirtonadi Solo Dihukum Push Up

Penumpang Tak Bermasker di Terminal Tirtonadi Solo Dihukum Push Up
PERISTIWA | 14 Juli 2020 22:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Terminal Tipe A Tirtonadi menerapkan sanksi tegas bagi penumpang yang tak mengenakan rmasker. Selain penumpang, sanksi tersebut juga berlaku bagi kru angkutan bus maupun komunitas yang mengais rezeki di terminal. Sanksi yang diberikan di antaranya hukuman push up bagi yang masih berusia muda.

"Dengan sanksi ini diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di area Terminal Tirtonadi. Sekaligus mendisiplinkan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan," ujar Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, Selasa (14/7).

Joko mengatakan penerapan sanksi tersebut merupakan respons dari kondisi Kota Bengawan yang jumlah penularan Covid-19 kembali melonjak beberapa hari terakhir. Pihaknya juga telah melakukan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari Pusat.

"Semua kita kenakan sanksi jika kedapatan tidak menggunakan masker. Baik itu penumpang, komunitas becak, ojek, kru angkutan, bahkan kalau perlu petugas tak bermasker kita kenakan sanksi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Menurut Joko, sanksi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pelanggar. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pelanggar yang tidak selalu sama.

"Misalnya kalau sudah sepuh, ya kita suruh baca Pancasila, kalau masih muda kita suruh push up," katanya.

Usai dikenakan sanksi, para pelanggar diberikan penjelasan tentang pentingnya masker untuk pencegahan penularan Covid-19. Pihaknya juga memberikan masker gratis atau dipersilahkan membeli di pedagang yang ada di terminal.

"Langkah-langkah antisipasi yang dilaksanakan Terminal Tirtonadi saat ini diantaranya adalah melaksanakan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun di setiap pintu masuk, menyediakan alat cuci tangan di setiap pintu masuk, penyemprotan cairan disinfektan ke tempat-tempat tertentu dan pengarahan petugas untuk menggunakan masker," pungkas Joko. (mdk/ray)

Baca juga:
Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan
Omnibus Law Jadi Pilihan Paling Rasional Atas Krisis Ekonomi Imbas Corona
Data Terbaru Gugus Tugas, 54 Kabupaten/Kota Tidak Ditemukan Kasus Covid-19
Tito Tegaskan Pemerintah Berupaya agar Pilkada Tak Jadi Kluster Baru Covid-19
Kisah Pasien Covid-19 Terlama yang Kini Sembuh, Dirawat 2 Bulan dan Tes Swab 19 Kali

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami