Penusukan Wiranto, Luhut Ngaku Tak Takut Bertemu Masyarakat

PERISTIWA | 13 Oktober 2019 21:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tidak lantas membuatnya takut menemui masyarakat saat melakukan kunjungan ke daerah.

"Masih, tadi malam saya bercengkerama, tidak usah dibikin jadi kayak rese amat, di Amerika kan setiap tiga bulan kejadian (penyerangan)," tutur Luhut Pandjaitan usai menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu malam.

Meski mengimbau kasus yang terjadi kepada Menko Polhukam tidak perlu dibesar-besarkan, ia tetap meningkatkan kewaspadaan.

Sementara ia memasuki Paviliun Kartika dari pukul 19.10 WIB dan keluar pada pukul 20.00 WIB. Selama 50 menit itu, Luhut Pandjaitan mengaku sempat berbicara dengan Wiranto.

Terkait kondisi mantan Panglima ABRI itu, Luhut Pandjaitan menuturkan sudah lebih baik dan diperkirakan akan diperbolehkan pulang beberapa hari ke depan.

"Ya mungkin dalam beberapa hari ke depan, tetapi semua baik ya," ucap dia.

Ada pun Wiranto diserang secara tiba-tiba di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai meresmikan gedung kuliah Universitas Mathla’ul Anwar.

Ia terkena dua tusukan di perut dan sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Ia harus menjalani operasi yang berlangsung sekitar tiga jam oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto.

Baca juga:
Kenakan Jaket Hitam, Menko Luhut Pandjaitan Jenguk Wiranto
Hendropriyono Sebut Aksi Terorisme Ingin Bikin Indonesia Hancur
Hasto: Jangan Ragu-ragu Tindak Aktor Intelektual di Belakang Gerakan Radikalisme
Serda Z Ditahan Sejak Kemarin, Berkas Istrinya Dikirim ke Polres Cimahi
Ma'ruf Amin Datang ke RSPAD Jenguk Wiranto
Ical Sebut Jari Kelingking Wiranto juga Terluka Karena Tangkis Serangan

(mdk/did)