Penyebar Foto Porno Minta Korban Transfer Rp 5 Juta

PERISTIWA | 13 Desember 2018 06:46 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jajaran Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua telah menangkap AS (27) di Jalan Raya Abepura-Sentani tepatnya di depan Denzipur, sekitar pukul 19.30 WIT, Selasa (11/12). Ia ditangkap karena menyebarkan foto porno melalui pesan WA disertai pengancaman dan pemerasan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, awal mula kejadian pada 17 November 2018, sekitar pukul 02.27 WIT. Kala itu korban menerima percakapan melalui WhatsApp dengan nomor yang tak tercatat di handphone milik korban (SL).

"Korban menerima percakapan melalui WA dengan nomor yang tidak tercatat di HP korban yang mengirimkan foto-foto porno korban dan mengancam korban unutuk mengirimkan uang sejumlah Rp 3 juta ke rekening BNI dan kalau tidak mau foto-foto bugil korban akan disebarkan," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (13/12).

Kemudian sekitar pukul 08.20 WIT, korban kembali mendapat percakapan melalui WhatsApp miliknya dari adik angkatnya yang berinisial NEA. Dia menanyakan kebenaran perihal foto-foto porno korban yang dikirimkan ke WhatsApp milikinya oleh nomor yang belum tersimpan di handphonenya yang mengaku sebagai SAM.

"Sekitar pukul 20.35 WIT adik kandung korban yang berinisial RS menghubungi korban melalui messenger facebook menanyakan tentang kebenaran foto-foto porno korban yang dikirimkan di WA RS oleh nomor yang belum tersimpan di handphonenya tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, pada Selasa (20/11) korban menghubungi AS dan meminta pelaku untuk tidak menyebarkan foto-foto porno korban. Akhirnya, korban pun menyanggupi permintaan AS untuk mengirimkan uang yang diminta oleh AS. Namun, pelaku meminta korban untuk mengirimkan uang yang lebih besar yaitu Rp 5 juta yang dikirimkan ke rekening BRI.

"Korban merasa yakin yang mengirimkan foto-foto porno korban adalah AS karena sebelumnya pada awal bulan November 2018 pelaku AS sempat menggunakan nomor yang mengirimkan foto-foto porno tersebut melakukan percakapan dengan korban melalui WA dan menyatakan cinta namun ditolak oleh korban," jelasnya.

"Selanjutnya pelaku mengirimkan foto-foto bugil milik korban yang diduga telah diambil oleh pelaku melalui HP milik korban yang disambungkan ke Laptop korban oleh pelaku ketika mencari pas foto korban saat mengisi Aplikasi pendaftaran CPNS sekitar tanggal 14 Oktober 2018 di rumah kos pelaku yang beralamat di Perumnas III Waena Jayapura," tutup Kamal.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 45 (4) Jo 27 ayat (4) undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama enam tahun penjara. (mdk/fik)

Baca juga:
Terlibat Kasus Video Porno, Mahasiswa S2 Dikeluarkan dari Daftar Maba Unair
Polisi Belum Temukan Unsur Bisnis dari Video Porno Mojang Karawang
Polisi Buru Penyebar Pertama Video Porno Mahasiswa dengan Finalis Mojang Karawang
Penyebar Video Porno Mojang Karawang Pelajar, Sempat Gelar Nobar di Kelas
Polisi Ringkus Mahasiswa Pembuat dan Pemeran Video Porno dengan Mojang Karawang
Tulis Adegan Seks Sesama Jenis, Novelis China Dipenjara 10 Tahun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.