Penyelidik Dikeroyok, Pegawai KPK Bikin Rantai Manusia Simbol Saling Menjaga

PERISTIWA | 7 Februari 2019 15:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menggelar aksi solidaritas di halaman Gedung Merah Putih, Kamis (7/2). Aksi ini buntut dari penganiayaan dua pegawai KPK yang tengah menyelidiki dugaan korupsi.

"Kami membentuk suatu rantai manusia sebagai simbol bahwa pegawai KPK akan tetap saling melindungi sesama pegawai KPK dalam rangka penangkapan-penangkapan terhadap para koruptor yang ada di negeri ini," ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo di halaman Gedung KPK.

Yudi menegaskan, pegawai KPK mengutuk keras tindakan penganiayaan yang menyebabkan salah satu penyelidik lembaga antirasuah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit. Salah satu penyelidik KPK harus menjalani operasi di hidung.

"Kemudian kami juga menyayangkan adanya upaya-upaya untuk mengaburkan fakta bahwa tidak ada penganiayaan, padahal Kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan kami dengar sekarang sudah proses penyidikan, artinya apa? Artinya benar sudah terjadi peristiwa tindak pidana," kata Yudi.

Terkait dengan pelaporan yang dilayangkan Pemerintah Provinsi Papua terhadap dua penyelidiknya ke Polda Metro Jaya, Yudi memastikan WP KPK akan ikut mengawal kasus tersebut. Diketahui, dua penyelidik KPK dilaporkan Pemprov Papua dengan dugaan pencemaran nama baik.

"Selanjutnya, karena ini merupakan teror yang kesepuluh, kami mengharapkan tidak seperti sembilan teror yang lalu, bahwa ini bisa diusut tuntas kemudian pelakunya segera bisa ditangkap," kata Yudi.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Aksi Solidaritas Wadah Pegawai KPK untuk Penyelidik yang Dianiaya
KPK Minta Pelaku Penganiayaan Pegawainya Menyerahkan Diri
KPK Harap Polisi Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Dua Pegawainya
Kasus Penganiayaan Petugas KPK, Polisi Periksa 4 Orang & Sita Rekaman CCTV
Pemeriksaan 2 Pegawai KPK Atas Kasus Penganiayaan Batal Digelar
Polisi Periksa Pegawai KPK Dianiaya Karena Foto Gubernur Papua

(mdk/noe)