Hot Issue

Penyidik KPK Terjerat Suap, Saatnya Proses Seleksi Dievaluasi

Penyidik KPK Terjerat Suap, Saatnya Proses Seleksi Dievaluasi
Penyidik KPK Tersangka Penerima Suap Dilaporkan ke Dewan Pengawas. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 24 April 2021 03:46 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju (SRP) ditetapkan sebagai tersangka suap setelah diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Rp 1,5 miliar.

Penyidik asal Polri berpangkat AKP itu meminta uang dengan iming-iming menghentikan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai diduga melibatkan Syahrial yang tengah diusut KPK.

Selain Robin, seorang pengacara bernama Maskur Husain ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap. KPK menduga Robin dan Maskur menerima uang sebesar Rp 1,3 miliar dari komitmen fee Rp 1,5 miliar dari Syahrial. Suap dilakukan agar Robin membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai.

KPK menduga ada keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, dalam kasus ini. Azis diduga meminta Robin agar membantu mengurus perkara Syahrial di KPK. Azis dan Syahrial merupakan politisi Partai Golkar.

Robin dan Maskur disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut, permintaan Azis kepada Robin bermula saat pertemuan yang dilakukan mereka di rumah dinas Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Dalam pertemuan tersebut Azis Syamsuddin mengenalkan Robin sebagai penyidik KPK kepada Syahrial. Saat itu Syahrial tengah memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK.

Seusai pertemuan di rumah dinas Azis, lanjut Firli, Robin memperkenalkan Syahrial kepada pengacara Maskur untuk membantu permasalahannya. Ketiganya kemudian sepakat dengan fee sebesar Rp 1,5 miliar agar Robin membantu kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tak diteruskan KPK. Dari kesepakatan fee itu, Syahrial telah memberikan Rp 1,3 miliar baik secara cash maupun transfer.

Azis Syamsuddin enggan berbicara banyak namanya disebut dalam kasus tersebut. Elite partai Golkar tersebut hanya merespons singkat ketika dimintai klarifikasi.

Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam itu hanya mengucap Basmalah dan menyebut surat Al-Fatihah. Setelahnya, Azis tidak memberikan tanggapan lagi.

"Bismillah Al-Fatihah," kata Azis lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (23/4).

Baca juga:
KPK Kantongi Nama Pemberi Gratifikasi ke Penyidik Asal Polri
Azis Syamsuddin Soal Namanya Disebut di Kasus Suap Penyidik KPK: Bismillah Al-Fatihah
Wali Kota Tanjungbalai Punya Harta Rp11 M, Penyidik KPK Robin Pattuju Rp461 Juta
Wali Kota Tanjungbalai Tersangka Penyuap Penyidik KPK Punya Harta Rp 11 Miliar
Anggotanya Jadi Tersangka, Polri Hormati Proses Hukum di KPK

Baca Selanjutnya: Seleksi Penyidik Dievaluasi...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami