Penyuap Bowo Sidik di Kasus Suap Distribusi Pupuk Segera Diadili

PERISTIWA | 26 Mei 2019 09:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Manajer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti segera diadili atas kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, berkas penyidikan Asti sudah dirampungkan penyidik pada Jumat 24 Mei 2019. Asty beserta berkas perkaranya sudah dilimpahkan penyidik kepada jaksa penuntut umum.

"Penyidik telah melimpahkan tersangka dan berkas perkara AST (Asty) dalam kasus suap bidang pelayaran antara PT. PILOG dengan PT. HTK (Humpuss Transportasi Kimia) ini ke Penuntut Umum," ujar Febri melalui pesan singkat, Minggu (26/5).

Febri mengatakan, dalam menuntaskan penyidikan Asty yang merupakan penyuap anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso, penyidik setidaknya telah memeriksa sekitar 30 saksi.

Jaksa penuntut pada KPK memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Asty. Nantinya, surat dakwaan itu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

"Persidangan direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus," kata Febri.

Dalam surat dakwaan penuntut umum akan menguraikan pihak lain di PT Humpuss Transportasi Kimia yang diduga turut terlibat memberikan suap kepada Bowo.

"Selain peran AST, juga akan diuraikan peran pihak lain di perusahaan yang diduga bersama-sama memberikan suap," kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk. Selain Bowo, KPK juga menjerat dua orang lainnya yakni Marketing Manager PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT. HTK) Asty Winasti, dan pegawai PT. Inersia bernama Indung.

KPK menduga ada pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss.

Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni Rp 8,4 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik Pangarso
KPK Periksa Anggota DPR Eka Sastra Terkait Kasus Bowo Sidik
Kasus Distribusi Pupuk, KPK Panggil Sekretaris Bowo Sidik Pangarso
KPK Panggil Anggota Komisi VI DPR Terkait Kasus Distribusi Pupuk
Diperiksa KPK, Sekjen DPR Mengaku Dicecar Soal Keanggotaan Bowo Sidik Pangarso

(mdk/rhm)