Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

PERISTIWA | 28 Januari 2020 22:04 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan vonis tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Robi Okta Fahlevi (35). Terdakwa adalah penyuap Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani untuk mendapatkan 16 paket peningkatan dan pembangunan jalan.

Vonis ini dibacakan majelis hakim Abu Hanifah di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (28/1). Hakim menilai terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana suap 10 persen dari total proyek sebesar Rp130 miliar atau Rp13,4 miliar.

"Terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan penjara selama tiga tahun, denda Rp250 juta subsider enam bulan penjara," ungkap hakim membacakannya putusan.

Pada sidang ini, majelis hakim mengabulkan permohonan terdakwa untuk membuka rekening pribadinya yang diblokir sejak operasi tangkap tangan tangan tahun lalu. Hakim meminta JPU segera mengeksekusi putusan.

"Dengan ini majelis hakim mengabulkan permintaan terdakwa membuka blokiran rekening," ujarnya.

Usai persidangan, terdakwa yang merupakan direktur sekaligus pemilik PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co itu, langsung memeluk istrinya dan menangis. Terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan menyatakan permintaan maaf kepada warga Muara Enim karena telah berbuat curang untuk mendapat proyek.

"Saya menyesal, saya sudah salah dan berterima kasih kepada KPK telah profesional dalam menangani kasus saya. Kepada masyarakat Muara Enim khususnya dan Indonesia saya minta maaf," kata terdakwa.

Terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa akan mempelajarinya. Hanya saja, dia menganggap vonis itu sudah pantas diterimanya atas perbuatannya.

"Banyak pelajaran yang saya terima. Terkait vonis itu saya masih akan pikir-pikir dulu, kalau itu yang terbaik dari Allah, saya ikhlas," kata dia.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku puas dengan putusan hakim karena sesuai dengan tuntutannya. Pihaknya tengah membidik beberapa nama lagi yang disebut-sebut hakim diduga turut terlibat. Di antaranya PLT Bupati Muara Enim Juarsyah, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan.

"Memang beberapa nama disebutkan akan kita pelajari, apakah ada jilid dua kita akan pelajari," kata di.

Sebelumnya, JPU dari KPK menuntut tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan terhadap Robi Okta Fahlevi (35), terdakwa penyuap eks Bupati Muara Enim Nonaktif Ahmad Yani. Jaksa menilai, terdakwa terbukti memberikan 15 persen fee untuk mendapatkan 16 paket proyek pembangunan jalan.

Tuntutan dibacakan jaksa dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1). Terdakwa dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Kami menuntut secara sah dan meyakinkan, terdakwa Robi Okta Fahlevi melakukan tindak pidana korupsi. Dan tuntutan terhadap terdakwa menjadi tiga tahun dengan denda Rp250 juta dengan subsider enam bulan penjara," kata JPU KPK Roy Riyadi di hadapan majelis hakim.

Menurut dia, terdakwa memberikan suap secara bertahap sebagai syarat dari Ahmad Yani untuk memuluskan mendapatkan proyek. Fee itu di antaranya diberi kepada Ahmad Yani sebesar sepuluh persen, lima persen bagi Elfin Muchtar selaku PPK, Ramlan Suryadi (Plt Kadis PUPR Muara Enim), Ilham Sudiono (Ketua Pokja IV) dan Aries HB (Ketua DPRD Muara Enim)

"Terdakwa melakukan rekayasa teknis lelang dengan mengetahui bocoran lelang sehingga perusahaan apa saja yang terafiliasi dengan terdakwa akan lolos dengan mudah untuk pengerjaan akan mulus," terangnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Hakim Tolak Eksepsi Bupati Muara Enim Nonaktif Terkait Kasus Suap Jalan
Penyuap Bupati Muara Enim Minta Rekening Pribadi Dibuka Karena Alasan Keluarga
Ketua KPK Firli Bahuri Tegaskan Tak Bahas Apapun Bertemu Eks Bupati Muara Enim
Dinilai Terbukti Suap Bupati Muara Enim Nonaktif, Robi Dituntut 3 Tahun Penjara
Firli Soal Namanya Muncul di Eksepsi Ahmad Yani: Saya Tak Terima Apapun dari Orang
Nama Firli Bahuri Muncul dalam Eksepsi Bupati Muara Enim Nonaktif Ahmad Yani

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.