Per 3 Hari Terjadi 1 Kecelakaan di Tol Terbanggi Besar-Kayuagung

PERISTIWA | 19 Desember 2019 14:22 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Sejak resmi beroperasi pertengahan bulan lalu, tingkat kecelakaan lalu lintas di Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung (Terpeka) terbilang tinggi. Paling tidak terjadi satu kecelakaan setiap tiga hari.

Kepala Cabang Tol Terpeka Yoni Satyo Wisnuhardhono mengatakan, meski kerap terjadi kecelakaan, sejauh ini tidak ada menimbulkan korban jiwa. Hanya berakibat mobil rusak dan luka yang dialami pengemudi maupun penumpang.

"Laka di sana cukup tinggi, kalau dihitung-hitung setiap tiga hari ada satu kecelakaan, untuk totalnya belum terdata pasti. Tapi belum ada korban jiwa karena paling masuk parit, tidak ada yang parah," ungkap Yoni, Kamis (19/12).

Dari kajian terhadap setiap kejadian, kecelakaan itu cenderung disebabkan karena human error. Utamanya adalah memaksakan tetap mengemudi ketika mengantuk dan kelelahan lantaran lamanya perjalanan.

"Rata-rata mengantuk dan lelah. Biasanya kendaraan dari Palembang karena jauh jarak dan lama mengendara," ujarnya.

Agar aman dan nyaman selama melewati tol sepanjang 189 kilometer itu, pengemudi sebaiknya memahami cara-cara mudah yang diterapkan. Menurut Yoni, cara ini sebenarnya sudah diketahui banyak orang tetapi terkadang lupa ketika berkendara.

Tips pertama adalah menjaga kestabilan kecepatan kendaraan 60-100 km/jam. Dengan demikian, pengemudi masih bisa mengendalikan mobilnya ketika ban biro atau kecelakaan di depan.

Tips kedua adalah tidak mengerem mendadak ketika ban bocor. Upayakan tetap mengendalikan kemudi agar stabil dan jangan sekali-kali banting setir ke kiri atau kanan.

Kemudian, kendaraan pribadi konsisten berada di lajur kiri dan pindah ke lajur kanan ketika mendahului. Sementara kendaraan besar atau bertonase berada di lajur kiri dan menyalakan lampu belakang. Terpenting lainnya benar-benar memasang sabu pengaman.

"Itu cara paling mudah agar aman ketika melintasi tol. Tentunya cara lain adalah beristirahat ketika kelelahan maupun mengantuk, gunakan rest area, jangan di bahu jalan," terangnya.

Sejak dioperasikan dan gratis, tol Terpeka rata-rata dilewati 6.000 kendaraan setiap hari. Pada Natal dan Tahun Baru nanti diperkirakan meningkat 20 sampai 25 persen.

Sementara prediksi puncak kepadatan terjadi pada 21 Desember 2019 dan 1 Januari 2020. Meski diperkirakan terjadinya kepadatan kendaraan, arus lalu lintas dipastikan tetap lancar.

"Kami prediksi cukup padat karena salah satunya lebih cepat, bisa 4 jam dari Palembang ke Lampung, dan kebetulan masih gratis," kata dia.

Untuk memberikan kenyamanan, pihaknya telah menyiapkan petugas jaga sebanyak 500 orang, tenaga kesehatan 64 orang, patroli 40 orang, Marinir 30 pasukan, TNI Angkatan Laut 10 pasukan, dan tenaga dari instansi terkait. Disiapkan juga mobil patroli, ambulans, mobil derek, rescue dan PJR.

"Kami pastikan tidak ada aksi pungli lagi oleh oknum-oknum masyarakat seperti selama fungsional kemarin. Kami itu pengendara akan dan nyaman selama melintas," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Kecelakaan Bus di Hong Kong, 6 Orang Tewas
Toyota Fortuner Nyebur Kali Bintaro Sektor 7, Sopir Diduga Tak Konsentrasi
Keluarga Korban Harley Davidson Maut di Bogor Sudah Ikhlas
Fakta Baru Pengendara Moge Tabrak Nenek Hingga Tewas Akhirnya Terungkap
Sopir Mengantuk, Truk dari Lampung Terguling dan Tabrak Rumah Warga Jember
Ini Pengendara Harley Penabrak Nenek dan Cucu di Bogor

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.