Peragakan 32 Adegan, Begini Pelaku Lecehkan dan Tipu Wanita Saat Tes Rapid di Bandara

Peragakan 32 Adegan, Begini Pelaku Lecehkan dan Tipu Wanita Saat Tes Rapid di Bandara
PERISTIWA | 30 September 2020 13:19 Reporter : Kirom

Merdeka.com - EFY, petugas kesehatan rapid tes Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, menjalani rekonstruksi. Dia menjadi tersangka penipuan, pemerasan dan pelecehan terhadap LHI, seorang penumpang wanita.

"Ini adalah bagian dari koordinasi dengan aparat penegak hukum yang lain jaksa. Proses penyelidikan yang akan dilanjutkan proses penuntutan, membutuhkan reka ulang adegan. Rangkaian tindak pidana itu seperti apa," ucap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (30/9).

EFY memperagakan sebanyak 32 di lima titik berbeda di area Terminal 3 Bandara Soetta.

"Terhadap proses rekonstruksi tadi, kami mengambil 5 titik di terminal 3 mulai dari kedatangan pintu 5 terminal 3, Area Smile, di tempat rapid test, di area eskalator. Ada sekitar 32 adegan yang makin memperkuat dugaan sangkaan kami sesuai pasal 289 dan atau 284 dugaan pelecehan dan di 268 dan 378 penipuan dan pemerasannya," kata Alexander.

Alex memastikan, dari 32 reka adegan yang dilakukan tersangka dalam tindak pidana tersebut, pihaknya mendapati adegan ke 10 sampai 35 memperlihatkan bagaimana pelaku membuktikan unsur-unsur pidana terhadap korbannya, sebagaimana yang disangkakan polisi kepadanya.

"Sangkaan pasalnya berlapis, bukan hanya satu dan ini rangkaian tindak pidana benar ini rangkaian. Di sekitar adegan ke 10 sampai dengan adegan terakhir ke 35 itu, semua adegan tindakan pidananya," jelas dia.

rekonstruksi kasus penipuan dan pelecehan terhadap penumpang bandara soekarno hatta

Baca Selanjutnya: Fakta Adanya Pelecehan dan Penipuan...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami