Peraih Medali Emas SEA Games Asal Tasikmalaya Pulang Naik Angkutan Umum

PERISTIWA | 10 Desember 2019 21:14 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Muhammad Taufik (30), atlet pentathlon dan triathlon asal Kabupaten Tasikmalaya, berhasil meraih dua medali emas dan perunggu pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Dia pulang ke kampung halamannya di Desa Cimanggu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya menggunakan angkutan umum jenis elf, Senin (9/12) malam.

Sebelum naik elf ke Tasikmalaya, Taufik sempat diantar oleh Kemenpora sampai Bandung. Hingga kemudian jajaran kepolisian menjemputnya di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya saat mengetahui sang atlet kebanggaan Kabupaten Tasikmalaya naik elf saat hendak pulang kampung.

"Bukan terlantar atau ditelantarkan. Kami bersama rombongan Kemenpora berada di Bandung, saya sakit dan tidak enak badan hingga memaksakan diri pulang ke Cimanggu, Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya, Selasa (10/12).

Ia menyebutkan bahwa seharusnya pulang Rabu (11/12) dan sengaja tidak mau dijemput. Namun saat kendaraan yang ditumpanginya sampai di sekitar Polsek Salawu, ternyata sudah ada rombongan Kepolisian yang menjemputnya dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya lalu diantarkan ke rumahnya.

"Saya memang sengaja pulang diam-diam, tapi pas di jalan ada penjemputan oleh Polres Tasikmalaya. Kami ucapkan terima kasih banyak," katanya.

Kepulangan Taufik ke rumahnya menggunakan elf mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Tidak sedikit di antaranya ada yang menyebut bahwa Kemenpora dan KONI telah menelantarkan atlet yang telah mengharumkan Indonesia di kancah Sea Games 2019.

KONI Kabupaten Tasikmalaya Bantah Menelantarkan Atlet

Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Tasikmalaya, Saeful Hidayat membantah kabar penelantaran atlet peraih dua medali emas dan satu perunggu di Sea Games 2019.

Ia menyebut bahwa Taufik telah membawa harum nama Indonesia dan Tasikmalaya di kancah internasional sehingga tidak mungkin ditelantarkan.

"Kepulangannya naik elf itu karena inisiatif sang atlet yang ingin segera pulang dari Filipina ke Tasikmalaya setelah meraih medali emas dan tidak ada perlombaan lagi hingga atlet langsung pulang. Namun sesampainya di Bandung, Taufik tidak enak badan dan ingin segera pulang duluan. Jadi kalau ada yang mengatakan ditelantarkan itu salah besar," jelasnya.

Pemda Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Bonus

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Iin Aminudin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan bonus bagi Muhammad Taufik.

"Kami merasa bangga memiliki atlet berprestasi internasional yang telah membawa nama Tasikmalaya dan Indonesia di dunia olahraga Internasional," ucapnya.

Sebelum informasi kepulangan Taufik menggunakan elf menjadi perbincangan, Iin menyebut bahwa pihaknya sudah mengetahui ada warga Tasikmalaya yang menjadi atlet dan berhasil meraih dua emas juga satu perunggu di gelaran Sea Games 2019.

"Kita sudah siapkan bonus baginya. Taufik ini salah satu atlet Tasikmalaya yang ikut perhelatan di Filipina," ungkapnya.

Triathlon merupakan cabang olahraga yang menggabungkan tiga perlombaan, yaitu lari, renang dan balap sepeda. Sedangkan modern pentathlon gabungan olahraga anggar, renang gaya bebas, berkuda palang rintang dan pertandingan gabungan olahraga menembak serta lari lintas alam.

Muhammad Taufik diketahui telah menyelesaikan rangkaian perlombaan dengan hasil menyabet dua medali emas di cabang modern pentathlon nomor beach laser run, dan medali perunggu di cabang triathlon nomor renang, lari, menembak. (mdk/cob)

Baca juga:
5 Fakta Roger Casugay, Peselancar Filipina yang Selamatkan Atlet Indonesia
Perjuangan Emma, Atlet Sambo Asal Karawang Dagang Cilok Hingga Raih Emas Sea Games
Dukungan Ketua DPR Puan Maharani Untuk Kontingen Indonesia di SEA Games
Jadwal Final Laga Sepak Bola SEA Games 2019: Timnas Indonesia Vs Vietnam
Fakta-fakta Menarik Seputar Sea Games Filipina 2019 yang Perlu Anda Tahu
Jokowi Puji Aksi Heroik Surfer Filipina Selamatkan Atlet Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.