Perampok bersenpi beraksi, 2 Kg emas melayang

PERISTIWA | 23 April 2012 23:03 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam berhasil menggasak dua kilogram perhiasan emas dari tangan seorang pedagang emas, Kholik, Senin (23/4) di Jalan Raya Purwodadi, Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, warga Dusun Brankas, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan, Jawa Tengah itu mengalami kerugian hingga Rp 800 juta.

Perampokan berawal saat korban hendak berangkat berjualan di Pasar Babalan Kudus. Korban pergi dengan menggunakan sepeda motor berboncengan dengan istrinya, Aisyah (55) dan pembantunya, Nur Aini (30).

Tiba-tiba dia dihadang empat orang tak dikenal yang menggendarai dua sepeda motor Yamaha Vixion dan Suzuki Satria. Korban yang ditabrak dari arah depan itu kemudian terjatuh. Pelaku lantas mengeluarkan senjata api dan senjata tajam yang dibawanya.

Kholik hanya bisa pasrah emas dagangannya dibawa perampok yang lari ke arah utara, Kudus.

"Sebelum mereka meminta tas hitam yang isinya emas dagangan. Saya sempat mempertahankan tas dan istri teriak-teriak. Lalu mereka mengeluarkan pistol dan golok sambil mengancam akan membunuh," jelas Kholik saat diperiksa oleh petugas reskrim Polsek Klambu, Senin (23/4).

Kejadian itu sempat menjadi perhatian salah satu tetangganya, Sulbadi (44), yang saat itu tengah menambal ban. Sulbadi mengatakan, dia mendengar suara seperti orang bertengkar. Merasa penasaran, dia lalu mendekat untuk melihat.

"Saya kaget Pak Kholiq, istrinya dan pembantu tengah ditodong oleh empat orang. Pelaku melihat saya, lalu menodongkan pistol ke arah saya sembari mengancam," jelas Sulbadi saat Polisi datang mengecek TKP.

Dia lalu mundur karena takut diancam oleh salah seorang pelaku yang memegang senpi di tangan kanannya.

"Saya takut lalu mundur kembali ke rumah," kata dia.

Sebelum kejadian, Sulbadi sempat melihat dua orang tengah duduk di atas sepeda motor Suzuki Satria di jembatan Sungai Jratun Seluna yang menghubungkan Jalan Raya Grobogan-Kudus, tepatnya di Dusun Brankas, Desa Terkesi.

"Mereka hanya duduk-duduk di atas sepeda motor. Lalu tiba-tiba dari arah selatan (Grobogan) dua orang berboncengan Yamaha Vixion dengan kecepatan tinggi masuk ke jembatan, lalu terdengar suara seperti orang bertengkar itu," jelas pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban ini.

Kapolres Grobogan AKBP Y Ragil Heru S mengatakan, kasus tersebut saat ini tengah diselidiki pihaknya. "Kami sudah koordinasi dengan Polres Kudus dan Demak untuk menangkap pelaku. Semoga bisa cepat terungkap," kata dia.

(mdk/dan)

TOPIK TERKAIT