Perampok Rusia Modifikasi Senjata Serbu SS1 Rampasan dari Anggota Brimob Polda Bali

PERISTIWA | 25 Juni 2019 21:59 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Senjata api laras panjang jenis SS1 dengan nomor SS1- V1 KAL 5,56 dengan nomor seri 96.042133 milik anggota Brimob Polda Bali dirampas perampok Rusia pada Agustus tahun 2017 lalu. Hasil penyelidikan diketahui senapan serbu itu pernah digunakan untuk menembak.

"Sebelum kita uji balistik, senjata ini pernah dilakukan untuk menembak. Tapi kapan ditembakkan kita belum mendeteksinya. Tapi senjata ini, sebelumnya pernah dipakai menembak," kata AKBP I Gusti Putu Dana Kasubdit Balistik Metarlugi Laboratorium Forensik Cabang Denpasar, Bali, di Mapolresta Denpasar, Selasa (25/6).

AKBP Dana juga menjelaskan, saat senjata tersebut ditemukan dilakukan uji balistik di Laboratorium Forensik di Cabang Denpasar. Kemudian, saat digunakan menembak dengan menggunakan peluru bukti ternyata senjata maupun peluru masih aktif dan baik.

Selain itu, pihaknya juga belum bisa mendeteksi sudah berapa lama dan berapa kali senjata tersebut sudah pernah ditembakan.

"Kalau untuk berapa kalinya tidak bisa kita deteksi tapi yang jelas hanya dapat kita tentukan itu sudah pernah dipakai menembak. Itu saja dan kayaknya sudah lama. Tapi jelasnya tidak terdeteksi dari limit waktu," jelasnya.

"Kalau dipakai pelaku, iya itu tidak pernah bisa kita pastikan. Kalau ini senjata masih sangat bagus. Jadi senjata ini kondisinya masih prima, buktinya kita uji balistik dengan menembakkan peluru bukti yang ada kemarin dan kemudian peluru pembanding kita tembakkan 3 kali masih bagus. Tidak ada masalah," sambung AKBP Dana.

Selain itu, kondisi senjata tersebut selama berada di komplotan rampok Rusia sudah dimodifikasi dengan awalnya warna cat hitam diganti dengan warna silver. Kemudian, ditambahi dengan senter dan laser.

"Yang jelas cat-nya diubah, dari warnanya yang sebelumnya hitam menjadi silver, dan ditambahi sama senter dan lanser jadi sudah sempat modifikasi kemudian ditambahi dengan aksesoris," ujarnya.

AKBP Dana juga menjelaskan, bahwa senjata serbu SS1 ini adalah produk dari PT Pindad. Namun dari untuk keluaran tahun berapa pihaknya belum mengetahuinya.

"Kalau standarisasi SS1 itu buatan PT Pindad. Untuk tahunnya kita kurang (Tau) tapi yang jelas produk Pindad," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, penemuan senjata tersebut berawal dari laporan warga menemukan sebuah mobil Avansa hitam yang sudah terparkir selama 3 bulan di Perumahan Puri Gading, Jalan Bandung Nomor 16, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (21/6) sore.

Setelah diselidiki, bahwa senjata tersebut adalah milik anggota Brimob Polda Bali yang saat itu dirampas oleh komplotan rampok Rusia di TKP Ayana Resor and Spa, Jalan Karang Mas Jimbaran Kuta Selatan, Badung, Bali, pada bulan Agustus 2017 silam.

Baca juga:
Senjata Serbu SS1 di Mobil Tak Bertuan Milik Brimob Polda Bali Dirampas Rampok Rusia
Senapan Serbu SS1 Ditemukan di Mobil Avanza Tak Bertuan
Selandia Baru Luncurkan Program Pembelian Senjata Warga oleh Pemerintah
Polisi: 4 Orang Tewas Akibat Luka Tembak Peluru Tajam saat Aksi 22 Mei
Pengemudi BMW yang Ancam Pakai Pistol akan Dijerat UU Narkotika

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT