Peran 4 Saksi Kasus Suap Pemkab Bengkayang Terungkap di Persidangan

PERISTIWA | 3 Desember 2019 22:05 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Sidang lanjutan kasus suap terkait proyek pekerjaan di Pemkab Bengkayang, Kalimantan Barat digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Selasa (3/12). Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan fakta dalam persidangan mulai menguak proses transferan uang hingga operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Selain itu, masing-masing peran dari empat saksi yang dihadirkan mulai terungkap dalam sidang kali ini.

"Sidang di PN Tipikor Pontianak hari ini menghadirkan empat saksi, salah satunya sebagai tersangka kasus yang sama, yakni mantan Kadis PUPR Bengkayang Aleksius," kata JPU KPK Feby D. Dikutip dari Antara.

Majelis hakim yang memeriksa perkara itu di Bengkayang diketuai Prayitno Iman Santosa, dengan dua hakim anggota Mardiantos dan Bhudi K.

Pada minggu depan, akan menghadirkan tiga saksi lagi dengan terdakwa Bun Si Fat, Rodi, Yosef alias Ateng dan Pandus. Keempat terdakwa ini dari unsur swasta.

Dari saksi Mateius Helfianto yang merupakan menantu terdakwa Pandus, kata dia, terungkap fakta terkait dengan transferan uang kepada istri tersangka Aleksius, Cindo Juniati.

"Saksi Cindo Juniati mengakui telah menerima transferan uang sebanyak tiga dari saksi Mateius Helfianto melalui BCA dengan total Rp160 juta," kata JPU.

Saksi Usman (sopir tersangka Aleksius) terkait dengan pengumpulan uang hasil transfer dari saksi Mateius Helfianto dan sejumlah uang lainnya, sehingga terkumpul sebanyak Rp300 juta. Selanjuynya, diserahkan kepada tersangka Bupati Bengkayang nonaktif Suryadman Gidot di Mes Pemkab Bengkayang. Saksi ini juga menyaksikan OTT oleh KPK.

Sementara itu, dari saksi Aleksius, dalam fakta persidangan, mengaku disuruh menyiapkan sejumlah uang oleh Suryadman Gidot untuk penanganan kasus yang sedang ditangani BPK dan Polda Kalbar.

"Dalam keterangannya di persidangan saksi Aleksius tidak mengetahui untuk apa uang tersebut," katanya.

Di fakta persidangan, terungkap bahwa tas berisi uang Rp300 juta dipindahkan oleh saksi Usman ke tas Risen (sopir atau pengawal pribadi Suryadman Gidot). Setelah dibawa masuk ke Mes Bengkayang, kata JPU, terjadilah OTT oleh KPK.

Sementara itu, dalam persidangan Aleksius menyatakan bahwa permintaan penyiapan sejumlah uang oleh Suryadman Gidot hanya insidentil saja.

Saksi juga mengakui kalau dia punya wewenang dalam penunjukan langsung (PL) proyek PUPR yang nilainya di bawah Rp200 juta. (mdk/cob)

Baca juga:
KPK Periksa Tersangka Suap Kadis PUPR Bengkayang
KPK Kembali Periksa Bupati Nonaktif Bengkayang
Penyuap Bupati Bengkayang Jalani Pemeriksaan Lanjutan
KPK Titipkan Penahanan Bupati Bengkayang di Polres Jakpus
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot Jalani Pemeriksaan Lanjutan
Reaksi Wajah Bupati Bengkayang Resmi Ditahan KPK

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.