Peran Wapres Ma'ruf Amin Dinginkan Konflik Mendikbud dengan NU-Muhammadiyah

Peran Wapres Ma'ruf Amin Dinginkan Konflik Mendikbud dengan NU-Muhammadiyah
PERISTIWA | 3 Agustus 2020 15:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kisruh antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dengan dua ormas keagamaan besar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah mendingin. Hal ini berkat lobi-lobi Wakil Presiden Maruf Amin beserta timnya ke dua ormas tersebut.

Bermula saat Mendikbud Nadiem Makarim bertandang ke rumah dinas Wakil Presiden Maruf Amin, Selasa lalu (28/7). Anggota staf khsus Wakil Presiden, Masduki Baidlowi menuturkan bahwa kedatangan Nadiem saat itu menyangkut kisruh Program Organisasi Penggerak (POP) antara pihaknya dengan dua ormas keagaman tersebut.

Masduki menerangkan, dalam pertemuannya dengan Ma'ruf Amin pendiri Gojek itu meminta wapres menjadi jembatan atas jurang yang terbentuk antara ia dengan NU dan Muhammadiyah.

"Dia (Nadiem) minta Pak Wapres dan Pak Wapres meminta saya untuk berkomunikasi dengan kedua oragnisasi tersebut," ucap Masduki, Senin (3/8/2020).

Menurut Masduki, kisruh itu terjadi karena sendari awal Mendikbud Nadiem Makarim tak menjalin komunikasi yang baik dengan kedua ormas keagamaan itu.

"Masing-masing pihak melakukan komunikasi, sama-sama melakukan komunikasi. Segi empat lah, Pak Nadiem, Dirjen juga melakukan komunikasi dengan NU dan Muhammadiyah. Kemudian Pak Nadiem juga menghubungi kami dan kami juga melakukan hubungan gitu," paparnya.

Menurut Masudiki, peran Wapres atau dalam hal ini pihaknya adalah demi mendorong komunikasi tersebut. Sehingga POP, yang dilihatnya sebagai program baik besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bisa berjalan.

"Jadi Program POP itu sebenarnya program yang bagus, cuman salah komunikasi di awalkan," ucap dia.

"Dengan demikian diperlukan conditioning lah supaya komunikasi itu bisa berjalan kembali walaupun sebelumnya ada miss komunikasi," lanjutnya.

Masduki menilai, sebagai orang baru di lingkungan pendidikan Nadiem dianggap wajar kurang melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak tersebut. Menurutnya bisa saja ada kondisi psikologis yang kurang tepat di benak Nadiem kala itu.

"Pak Nadiem kan seorang profesional di dunia yang lain gitu ya. Sehingga ketika Pak Nadiem diminta untuk menjabat itu, Pak Jokowi kan orang yang senang dengan langkah-langkah yang tidak konvensional ya. Jadi orang mengharapkan langkah Pak Nadiem itu kun out of the box lah," tuturnya.

Namun begitu, sebaik apapun terobosan Nadiem, menurut Masduki hal itu perlu dikomunikasi dengan pelbagai pihak yang berkepentingan dengan hal itu. Supaya suatu program bisa berjalan dengan baik.

"Sebenarnya yang menjadi titik krusial ya komunikasi ini. Apalagi sebagaimana yang kita tahui ya bahwa posisi Pak Nadiem sebagai menteri itu selalu dijabat oleh pihak Muhammadiyah," ucap dia.

Sehingga, lanjut Masduki Nadiem perlu mestinya perlu mempererat komunikasi dengan NU dan Muhammadiyah.

"Sehingga dengan demikian Pak Nadiem sebenarnya menduduki kursi yang cukup panas ya. Dalam kondisi seperti itu maka dia juga harus banyak melakukan komunikasi, nah itu yang tidak dilkukan diawal," tegasnya.

Meskipun begitu, dengan permohonan maaf di depan publik, menurut Masudiki sudah mengisyaratkan bahwa Mendikbud menjalankan langkah yang cemerlang. Sekaligus ciri dari kepemimpinan yang baik.

"Dia menyatakan kalau salah dia minta maaf, dan dia sudah lakukan itu," tutur dia.

Dikatakan Masduki, permohonan maaf Mendikbud itu begitu diapresiasi oleh Maruf Amin.

Masduki juga menuturkan pesan Wapres Maruf Amin kepada Mendikbud saat bertandang ke kediamannya. Kata dia Nadiem diminta untuk mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak strategis.

"Karena kata Wapres, gak ada artinya program yang bagus kalau gak diterima oleh publik," bebernya.

Baca Selanjutnya: Tim Wapres Jadi Jembatan...

Halaman

(mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami