Perantara Suap Fayakhun Andriadi Sakit, Sidang Kasus Bakamla Ditunda

PERISTIWA | 18 Juli 2019 17:49 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Sidang pembacaan surat dakwaan perkara pemberian suap atas pengadaan alat satelit monitoring dan drone di Bakamla, Erwin Sya'af Arief ditunda. Penundaan dilakukan karena Erwin sakit dan tengah menjalani masa perawatan.

Jaksa Takdir Suhan mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Rumah Sakit MMC, Erwin mengalami penyempitan pembuluh darah.

"Tim JPU belum bisa hadirkan terdakwa. Karena terdakwa harus dilakukan tindakan medis," ujar Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/7).

Kepada hakim, jaksa juga meminta majelis hakim mempertimbangkan pembantaran terhadap Managic Director PT Rohde dan Schwarz Indonesia tersebut. Jaksa juga meminta penundaan sidang selama satu minggu.

"Mohon izin penundaan satu minggu majelis," tukasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT Merial Esa (ME) sebagai tersangka korporasi. Perusahaan yang dipimpin Fahmi Darmawansyah, suami aktris Inneke Koesherawati itu dijerat dalam kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Setelah mencermati fakta persidangan, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan korporasi PT ME sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marawata dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2019).

Dalam kasus ini PT Merial Esa diduga secara bersama-sama atau membantu memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada anggota DPR RI Fayakhun Andriadi.

Pada April 2016, Direktur PT Rohde dan Scwarz Indonesia yang juga komisaris PT ME, Erwin Syaaf Arief (ESY) menghubungi Fayakhun untuk mengupayakan agar proyek satelit monitoring di Bakamla dapat dianggarkan dalam APBN-Perubahan tahun 2016.

Menurut Alex, total commitment fee dalam proyek ini adalah 7 persen, dengan 1 persen dari jumlah itu, diperuntukkan pada Fayakhun Andriadi.

PT ME disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

Baca juga:
KPK Periksa Inneke Koesherawati Terkait Suap Bakamla
Kasus Suap Bakamla Seret Suami Inneke Koesherawati, KPK Sita Duit Rp 60 M
KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Proyek Bakamla
Kasus Suap Bakamla, KPK Terus Buru Eks Stafsus Kabakamla
DPR Lantik Tiga Anggota PAW, Termasuk Pengganti Politisi Golkar Fayakhun
KPK Periksa Terpidana Kasus Bakamla untuk Tersangka Erwin Sya'af Arief
KPK Tetapkan Perusahaan Suami Inneke Koesherawati Tersangka Korporasi Suap Bakamla

(mdk/gil)