Perbedaan Gaya Kepemimpinan Bamsoet dan Airlangga

PERISTIWA | 13 November 2019 22:36 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengungkap perbedaan karakter kepemimpinan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR yang juga Wakorbid Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Ujang menilai karakter kedua tokoh tersebut berdasarkan kepemimpinan mereka, baik di Golkar maupun di saat memimpin lembaga negara.

"Indikator penilaian saya adalah ketika mereka menjadi elite di Golkar atau pejabat di lembaga negara," kata Ujang di Jakarta, Rabu (13/11).

Menurut Ujang, bila dilihat karakteristik kepemimpinannya, Airlangga menunjukkan karakter pemimpin yang eksklusif. Hal itu terlihat dari kepemimpinannya di Golkar beberapa tahun terakhir ini.

"Bisa dilihat bahwa Pak Airlangga itu pergaulannya terbatas, hanya di tingkat elite saja dan tidak mengakar," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Bamsoet Dinilai Terbuka

Sementara Bamsoet, menurut Ujang berbanding terbalik dengan Airlangga. Ia menilai, Bamsoet adalah seorang pemimpin yang inklusif atau terbuka.

"Bamsoet dalam situasi politik sangat dinamis, lebih adaptif ketimbang Airlangga. Bahkan pergaulan Bamsoet itu lebih mengakar," katanya.

Untuk diketahui, Partai Golkar akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta pada tanggal 4-6 Desember mendatang. Ujang berharap, pada Munas yang akan datang dapat melahirkan pemimpin yang lebih inklusif lagi, karena demokrasi Indonesia semakin berkembang dan maju.

"Tentunya dinamika politik ke depan akan semakin dinamis dan lebih terbuka lagi," katanya. (mdk/eko)

Baca juga:
Kader Golkar Dorong Airlangga & Bamsoet Musyawarah untuk Redam Konflik Jelang Munas
Golkar Sulteng: Saya Optimis Airlangga Jadi Ketum Usai Bamsoet Ketua MPR
Dedi Mulyadi: Airlangga Legowo Bantu Bamsoet Jadi Ketua MPR
Golkar Utamakan Usung Kader di Pilkada Serentak 2020
Kader Muda Golkar Tolak Upaya Aklamasi Menangkan Airlangga di Munas