Percepat 3T, Satgas dan BPPT Luncurkan Mobile Lab BSL-2 Varian Bus

Percepat 3T, Satgas dan BPPT Luncurkan Mobile Lab BSL-2 Varian Bus
Mobile Lab BSL-2. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 17 Desember 2020 09:38 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza melepas keberangkatan mobile laboratorium Biosafety Level 2 atau BSL-2 varian bus. Pelepasan bus laboratorium tersebut dilakukan secara simbolis dengan mengangkat bendera yang didahului pemotongan bunga di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (16/12).

Ketua BPPT, Hammam Riza mengatakan peluncuran mobile lab BSL-2 untuk membantu proses 3T (tracing, testing dan treatment) Covid-19 di beberapa daerah. Mobile lab BSL-2 merupakan hasil inovasi dari Peneliti dan Perekayasa BPPT untuk mempercepat pengujian sampel spesimen Covid-19.

Hammam menjelaskan mobile lab BSL-2 varian bus tersebut masih mengusung konsep yang sama seperti sebelumnya, yaitu mobile, aman dan akurat.

"Memiliki konsep yang sama dan dibangun dengan upaya penyempurnaan," kata Hammam melalui keterangan tertulis, Kamis (17/12).

Mobile lab BSL-2 varian bus ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mobile lab sebelumnya. Antara lain, dibangun dengan platform bus untuk memperkuat konsep mobilitas sehingga dapat mudah dioperasikan di daerah yang membutuhkan.

Kemudian terdapat penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA sehingga dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi (metoda magnetic beads) untuk menjaga keberlanjutan pengujian. Memiliki pengembangan layout peralatan untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan personel penguji.

"Lebih lanjut, mobile lab tersebut terdapat penyempurnaan pada sistem mekanik pintu yang dapat dibuka tutup secara touchless untuk menghindari adanya kontaminasi," terangnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengapresiasi hasil inovasi karya Peneliti dan Perekayasa BPPT tersebut dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19. Hadirnya mobile lab BSL-2 ini dianggap dapat mengurangi ketergantungan terhadap jenis produk dari luar negeri.

"Tentu kita harus mendukung program-program inovasi ini agar kita tidak selalu tergantung dari produk-produk yang didatangkan dari luar negeri," kata Doni.

Doni juga menilai bahwa mobile lab BSL-2 bisa mengatasi masalah pengujian sampel spesimen Covid-19 di daerah. Dia berharap, ke depan pengujian spesimen Covid-19 di seluruh daerah di Indonesia mencapai target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Ini adalah jawaban untuk menutupi kekurangan yang ada di daerah. Mudah-mudahan kehadiran mobile lab BSL-2 ini dapat mempercepat proses pemeriksaan spesimen," tutup Doni. (mdk/eko)

Baca juga:
Koster Tegaskan Aturan Tes Swab untuk Wisatawan Masuk Bali Tidak Bisa Ditawar
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Sediakan Tes Covid-19 Lengkap
PCR RS Bhayangkara Palembang Diklaim Tercepat di Sumatera, Hasil Swab Hanya 2 Jam
133.000 Wisatawan Batalkan Pesanan Imbas ke Bali Wajib Tes PCR, Hotel Rugi Rp317 M
Sebut Kepercayaan Hasil Rapid Test Rendah, Pengusaha Dukung Masuk Bali Wajib Tes PCR
Jelang Libur Akhir Tahun, Pemerintah Minta Wisatawan ke Bali Wajib Tes PCR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami