Peredaran 30 Kg Ganja di Denpasar Digagalkan, 2 Tersangka Ditangkap

Peredaran 30 Kg Ganja di Denpasar Digagalkan, 2 Tersangka Ditangkap
Polisi menunjukkan barang bukti ganja yang disita dari tersangka. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 6 Maret 2021 00:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Tim dari Polresta Denpasar menggagalkan peredaran 30 Kg ganja. Mereka juga meringkus bandar dan pengedar narkotika itu.

Bandar yang ditangkap bernama Suhadi (36), sedangkan pengedarnya Rio (28). "Untuk barang bukti ganja 30 kilogram," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan di Mapolresta Denpasar, Bali, Jumat (5/3).

Kedua tersangka ditangkap setelah petugas mendapat informasi mengenai adanya transaksi narkoba di seputaran Jalan Pulau Singkep Denpasar Selatan. Kamis (4/3) sekitar pukul 11.30 Wita, petugas melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan di TKP.

Petugas kemudian menggeledah pria bernama Rio itu. Dari tangannya ditemukan lima paket besar ganja.

Tak sampai di situ, petugas melakukan penggeledahan di kamar indekos tersangka. Mereka menemukan dua paket besar ganja.

Polisi melakukan pengembangan. Mereka menangkap tersangka Suhadi. Kamarnya digeledah dan ditemukan 94 paket ganja, 488 gram hasis, 45 gram sabu-sabu, dan ekstasi.

"Modus operandinya mereka menyimpan dan memperjualbelikan. Ini sindikat jaringan narkoba antarprovinsi, Jawa, Bali, dan Sumatera," imbuhnya.

Jansen menjelaskan, bandar narkotika itu adalah Suhadi, sedangkan Rio sebagai dan pengedar. Mereka mendapatkan ganja dari Aceh dan dikirim via jalur darat. "Hasil lidik kita ganja ini dari Aceh," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka berjumlah 101 paket ganja berat bersih seberat 30 kilogram, 488 gram hasis, 45 gram sabu-sabu, 23 butir ekstasi warna coklat, dan pecahan ekstasi berat bersih 2,43 gram. Petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp 227.000.000 yang diduga hasil penjualan narkotika selama ini. Kedua tersangka ini diperkirakan telah melakukan peredaran narkoba sejak 2018.

"Tersangka (Suhadi) dari tahun 2010 tinggal di Bali, kemudian menjadi bandar lintas provinsi dari 2018. Tersangka (Rio) tinggal di Bali 2010 menjadi pengedar 2018 dan sudah lima kali melakukan penempelan di daerah Denpasar dan mendapat Rp 500 ribu upah satu kali menempel," jelasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (mdk/yan)

Baca juga:
Penyelundupan 115 Kilogram Dalam Drum Minyak Tanah Bongkar Ladang Ganja di Mandailing
Lereng Bukit di Aceh Utara Dijadikan Ladang Ganja Seluas 5 Hektare
Belajar dari Internet, Dua Pemuda di Jakbar Nekat Produksi Ganja Sintetis
Patroli Gabungan TNI-Polri Temukan 11 Paket Ganja Siap Edar di Perbatasan RI-PNG
Dua Remaja Hendak Jual Ganja Sintetis di Bandung Ditangkap di Hotel
Buru Bandar 115 Kg Ganja dalam Drum, Polisi Jakarta Barat Bergerak ke Sumut

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami