Perempuan & Anak Rentan Terjangkit Covid-19 Akibat Stres Ekonomi Terpuruk

Perempuan & Anak Rentan Terjangkit Covid-19 Akibat Stres Ekonomi Terpuruk
PERISTIWA | 10 April 2020 12:55 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan perempuan dan anak semakin rentan karena dampak virus corona baru penyebab Covid-19. Pemicunya, tingkat stres akibat kondisi ekonomi dan beban ganda hingga menimbulkan kekerasan berbasis gender.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, risiko kekerasan berbasis gender dan risiko anak terpisah dari pengasuhan inti semakin meningkat," kata Bintang melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Perempuan juga menghadapi tantangan di sektor ekonomi karena banyak perempuan pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan, serta perempuan pelaku usaha ultramikro yang terancam karena distribusi dan pasar yang minim.

"Selain itu, perempuan juga memiliki risiko keterpaparan virus corona yang tinggi, terutama perempuan pekerja di sektor pelayanan langsung, tenaga medis, perempuan miskin, lanjut usia, disabilitas, dan pekerja migran," ujar dia.

Dari sisi pelindungan anak, ia mengatakan anak berisiko terpisah dari pengasuhan inti karena orang tua atau pengasuh inti, atau anak yang tertular Covid-19.

"Sarana dan prasarana belajar di rumah yang kurang mumpuni juga membuat anak terancam tidak mendapatkan pendidikan secara optimal," katanya.

Sementara itu, dalam rapat kerja secara virtual antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Komisi VIII DPR pada Kamis (9/4), Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan perempuan dan anak harus dijaga dan dipelihara keberlangsungan hidupnya.

"Terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Tanggung jawab kita dalam hal ini tidak boleh kendor dalam memastikan dan melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap perempuan dan anak," kata Yandri. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kemenag Minta Masyarakat Saling Dukung, Bukan Debat Ibadah di Tengah Corona
Kemenag: Semua Ibadah Ramadan Dilaksanakan di Rumah Saja
CEK FAKTA: Viral Puluhan Gubuk Tempat Karantina, Bukan di Jawa Timur Tetapi Myanmar
12 Warga Gowa Dinyatakan Sehat Usai Kontak dengan Prof Idrus, Pasien Positif Corona
Cerita Pengemudi Taksi Online, Pengajuan Keringanan Cicilan Ditolak Leasing
Transjakarta Bekasi-Jakarta Setop Operasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami