Perempuan Diingatkan Tak Mudah Terpancing Sebar Kebencian

PERISTIWA | 16 Mei 2019 15:29 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Tensi politik usai Pemilu 2019 masih cukup tinggi. Massa sempat menggelar aksi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu beberapa waktu. Untuk itu sejumlah pihak diingatkan untuk bisa menahan diri.

Dalam aksi di Bawaslu, video ancaman penggal kepala Presiden Jokowi beredar. Polisi sudah menjadikan Hermawan Susanto (pengancam) dan seorang perempuan Ina Yuniarti (merekam serta menyebarkan video) menjadi tersangka.

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Riri Khariroh melihat keterlibatan perempuan dalam Pilpres sangat luar biasa. Menurutnya, potensi yang dimiliki perempuan digunakan kelompok yang memang ingin membuat situasi politik semakin panas.

"Saya kira ini harus menjadi pelajaran penting buat kaum perempuan itu sendiri agar tidak mudah percaya dan juga kemudian mau digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk menumbuhkan kebencian terhadap kelompok lain," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/5).

Dia mengatakan, pada dasarnya perempuan lebih memiliki potensi untuk menjadi agen penggerak perdamaian. Dengan begitu peran perempuan jauh lebih efektif dan berdampak positif di masyarakat.

"Dibanding larut di dalam ujaran kebencian dan aksi-aksi menyebar hoaks di media sosial yang sebenarnya buat perempuan itu tidak ada manfaatnya," tuturnya.

Dia juga mendorong kaum perempuan menjadi motor penggerak jihad kedamaian yang diawali dari lingkungan keluarga. Oleh karenanya dirinya juga berharap kepada lembaga pemerintah untuk membuat program menciptakan kedamaian di dalam keluarga ataupun di masyarakat.

"Jadi keluarga ini menjadi elemen paling kecil di masyarakat untuk bisa menciptakan kedamaian di dalam masyarakat yang lebih besar," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Riri, saatnya semua pihak merefleksikan bahwa menyebarkan ujaran kebencian ataupun hoak di Pilpres bukanlah suatu yang baik. "Saya kira saatnya sekarang ini kita menjadi lebih baik menjaga perdamaian dan tali persaudaraan," tandasnya.

Baca juga:
Polisi Tetapkan Tersangka Perempuan Perekam Video Ancam Penggal Jokowi
Tidak Ditahan, Dosen Penyebar Hasutan People Power Wajib Lapor Polisi
Polisi Tetapkan Ina Yuniarti Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Jokowi
2 Wanita Dalam Video Ancam Penggal Jokowi Digiring ke Polda Metro
Tangkap Wanita Perekam Video Ancam Penggal Jokowi, Polisi Sita KTP hingga Kerudung
Polisi Tangkap Perekam Video Ancam Penggal Jokowi

(mdk/did)