Perhatikan, ini rekayasa lalu lintas saat Jl Jati Baru ditutup karena PKL Tanah Abang

Perhatikan, ini rekayasa lalu lintas saat Jl Jati Baru ditutup karena PKL Tanah Abang
Pasar Tanah Abang. ©2017 Merdeka.com/nur habibie
NEWS | 21 Desember 2017 13:24 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai dampak penutupan salah satu sisi Jalan Jati Baru atau tepat di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang. Penutupan itu salah satu langkah Pemprov DKI menata kawasan Tanah Abang.

Penutupan akan dilakukan mulai pukul 08.00 Wib sampai pukul 18.00 Wib. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan satu sisi jalan yang ditutup akan dijadikan lapak PKL. Di sana akan sediakan 400 tenda.

Selama penutupan dilakukan, arus lalu lintas akan dialihkan dan rekayasa ini dipastikan tidak mengganggu angkutan kota yang melintas.

"Lalin untuk angkot kita kasih putaran, nanti semua kendaraan kita alihkan ke atas. Tapi kalau angkutan umum, dia ke bawah kita kasih putaran. Kalau dia turun di Jati Baru stasiun lama, harus jalan dikit kalau dia mau ke blok G, bisa naik shuttle bus Transjakarta dia turun baru melanjutkan perjalanan," kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/12).

Sedangkan untuk pengaturan lapak ojek online dan ojek pangkalan, Dishub Jakarta telah berkomunikasi dengan PT KAI untuk meminjam lahan yang akan dijadikan tempat untuk naik turun kan penumpang.

"Ada laham KAI luasnya 300 meter sekian itu sudah mendapat izin, pinjam boleh. Hari ini akan kita langsung tata, kan nggak boleh campur mereka ojek online dan pangkalan," sambungnya.

Ini rincian rekayasa lalu lintas selama Jl Jati Baru ditutup:

a) Lalu lintas Kendaraan dari Timur (Jl Fachrudin) dan Utara (Jl Cideng Timur) menuju Jl Kebon Jati dialihkan menuju Jalan KS Tubun Raya (Flyover) - Jl KS Tubun 1 (PLN) – Jl KS Tubun Raya – Jl Kebon Jati.

b) Lalu lintas kendaraan dari arah Selatan (Jl KS Tubun Raya) yang akan menuju Jl Jatibaru Raya dialihkan menuju Jl Kebon Jati – Jl KH Mas Mansyur dan seterusnya.

c) Rute angkutan umum bus besar dari arah Timur (Jl Fachrudin) – Jl KS Tubun Raya (Flyover) – Jl Brigjend Katamso - berputar di depan Hotel Menara Peninsula – Jl Brigjend Katamso – Jl KS Tubun Raya – Jalan Kebon Sirih dan seterusnya.

d) Rute angkutan umum bus sedang melalui ruas Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Kb Jati – Jalan Jembatan Tinggi – Jalan KS Tubun Raya – Jalan Kb Jati – Jalan KH Mas Mansyur.

e) Rute angkutan umum bus kecil/mikrolet (M08, M10) berputar di bawah flyover Jatibaru (Jl Jatibaru Raya).

f) Rute angkutan umum bus kecil/mikrolet (M 09, M 09A, M 11) melalui ruas Jalan KS Tubun Raya – Jalan Kb. Jati - Jalan Jembatan Tinggi – Jalan KS Tubun Raya.

g) Ruas Jl KS Tubun 1 (PLN) yang semula dua arah menjadi satu arah dari Utara ke Selatan (Jl KS Tubun 1 – Jl KS Tubun Raya) dari pukul 08.00 – 18.00 WIB

h) Larangan belok kiri untuk arus lalu lintas dari Timur ruas Jl KS Tubun Raya yang akan menuju ruas Jl KS Tubun 1 dari pukul 08.00 – 18.00 WIB (kecuali penghuni)

i) Penutupan terhadap lokasi putaran (U-turn) pada ruas Jl KS Tubun Raya (depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua).

Baca juga:
PKL Tanah Abang lebih tenang berdagang di era Anies dibanding Ahok
Begini trotoar Tanah Abang usai Sandiaga Uno bebaskan PKL berjualan
Soal temuan Ombudsman tentang PKL, Sandiaga bilang 'kita enggak baperan'
Lulung: Ada apa dengan Tanah Abang? Why Ombudsman?
Ombusdman tuding ada penyimpangan, Sandiaga bela Satpol PP
Disebut kerja sama dengan preman, Satpol PP DKI merasa difitnah Ombudsman
Pemprov DKI cek informasi trotoar Tanah Abang disewa buat lapak PKL

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami