Periksa Eks Dirut Pertamina dan PLN, KPK Tanya Soal Jual Beli LNG

Periksa Eks Dirut Pertamina dan PLN, KPK Tanya Soal Jual Beli LNG
Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 2 Juli 2022 15:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Utama PT. Pertamina Dwi Soetjipto dan mantan Direktur Utama PT. PLN Nurpamudji, Kamis (30/6).

Mereka diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di PT. Pertamina. Keduanya dicecar soal transaksi jual beli gas alam cair di PT. Pertamina.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses transaksi jual beli dalam pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT PTMN (Pertamina) tahun 2011-2021," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (2/7).

KPK menyatakan bakal segera mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) PT. Pertamina.

"Cepat atau lambat akan kita umumkan secara jelas, ya, bukti-bukti kita kumpulkan," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/6).

KPK memilih berhati-hati dalam mengusut kasus ini. Kasus dugaan korupsi pembelian LNG di PT. Pertamina ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 2 triliun. Kasus itu sebelumnya juga diusut Kejaksaan Agung (Kejagung).

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Lili Pintauli Dikabarkan Mundur, KPK: Masih Selesaikan Tugas Beberapa Waktu ke Depan
Lili Pintauli Dikabarkan Mundur, Ketua KPK Mengaku Belum Tahu
Sidang Etik Dugaan Gratifikasi MotoGP Lili Pintauli Digelar 5 Juli 2022
Bertemu Sultan HB X, KPK Ingatkan Slogan "Tahta untuk Rakyat"
Novel Lihat KPK Tak Taati Presiden soal TWK, Malah Serang Ombudsman dan Komnas HAM
KPK Duga Banyak Dokumen Dimanipulasi Dalam Usulan IMB Summarecon Agung Yogyakarta

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini