Periksa Mahamenteri Keraton Agung Sejagat, Polisi Buka Potensi Tersangka Baru

PERISTIWA | 17 Januari 2020 11:34 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Tiga warga Klaten diduga menjadi pengikut pengikut Keraton Agung Sejagat (KAS) pimpinan Toto Santoso. Keraton Agung Sejagat cabang Klaten ini berada di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan.

Polres Klaten melalui Polsek Prambanan telah melakukan klarifikasi kepada ketiganya. Salah satunya bernama Wiwik Untari yang menjabat sebagai Mahamenteri di kerajaan tersebut.

Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di Polsek Prambanan, Kamis (16/1) mulai pukul 12.00 hingga 20.00 malam. Mereka dimintai keterangan terkait keikutsertaannya di kelompok tersebut. Usai diperiksa tidak dilakukan penahanan.

Mahamenteri Wiwik menolak memberikan keterangan kepada media. Dia minta wartawan menanyakan hasil pemeriksaan ke petugas polisi.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo membenarkan adanya pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten. Pihaknya telah mengklarifikasi ketiganya. Kapolres juga menolak memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan.

"Sudah kita klarifikasi kemarin, keterangan lebih lanjut silakan bertanya langsung ke Kabid Humas Polda Jateng," kata Eko, Jumat (17/1).

1 dari 1 halaman

Potensi Tersangka Baru

Saat dikonfirmasi, Polda Jateng membenarkan pemeriksaan Wiwik, mahapatih Keraton Agung Sejagat di Klaten. Pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan Wiwik membantu mencari pengikut.

"Jadi masih dalam pengembangan apakah nantinya sang patih di daerah-daerah ini dikategorikan sebagai pembantu kedua tersangka atau malah menjadi korban juga. Jika ikut membantu, maka akan ada tersangka baru lainnya," Kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Dia menuturkan, selain tersebar di Purworejo dan Klaten, penyidik dari Ditreskrimum Polda Jateng menemukan banyak pengikut lainnya di sekitar Solo Raya, termasuk Wonogiri. Informasi para pengikut yang berasal dari luar Purworejo itu pun ternyata turut memberikan iuran.

"Kita langsung terus hitung barang bukti uang yang dihimpun. Iuran itu ada yang disimpan secara tunai maupun bank. Sejumlah uang juga ada yang disimpan di masing-masing daerah seperti di Wonogiri dan Klaten," jelasnya.

Seperti diberitakan, Keraton Agung Sejagat diketahui mempunyai puluhan pengikut di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Di sana, Keraton Agung Sejagat memiliki 28 pengikut. Mereka dipimpin seorang dengan jabatan maha menteri atau mahapatih bernama Wiwik.

"Untuk Wiwik di Klaten, masih diperiksa. Dia saat ini masih berstatus sebagai saksi. Sejauh ini, sudah ada tujuh korban atau pengikut yang telah melapor ke Polda Jateng terkait kasus ini," kata Rycko. (mdk/noe)

Baca juga:
Pengikut Keraton Agung Sejagat Sudah Menyebar ke Klaten
Yenny Wahid Tanggapi Keraton Agung Sejagat: Sekarang Banyak Orang yang Halu
Simpang Siur Utang Rp1,3 Miliar Raja Agung Sejagat Saat Tinggal di Jakarta
Polisi Sebut Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Sebar Pengaruh Sampai Sumatera
Menelusuri Singgasana Totok di Pinggir Rel Sebelum Klaim Jadi Raja Keraton Agung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.