Peringatan 16 tahun bom Bali diwarnai doa bersama di Monumen Groud Zero

Peringatan 16 tahun bom Bali diwarnai doa bersama di Monumen Groud Zero
PERISTIWA | 12 Oktober 2018 11:21 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Menteri Keuangan Australia Josh Fraydenberg bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, menghadiri peringatan bom Bali pada tahun 2002 yang bertempat di Monumen Groud Zero Bali, Legian, Kuta, Bali, tempat tragedi bom pertama, Jumat (12/10).

Saat mendatangi Monumen tragedi bom Bali, Menteri Keuangan Australia dan Duta Besar Inggris dengan hikmat memberikan penghormatan dan melakukan doa bersama.

Di hadapan awak media, Menteri Keuangan Josh Fraydenberg menyampaikan, bahwa hari ini adalah hari yang sangat sedih. Karena 16 tahun yang lalu ada sebuah tragedi bom bagi bangsa Indonesia dan juga bangsa Australia.

"Tahun 2002 ada 202 korban tragedi bom tersebut. Ada 88 korban dari Australia dan 33 dari Inggris dan 38 dari Indonesia yang menjadi korban di sini, dan beberapa korban lainnya dari negara lain," ucapnya.

"Saya hadir di sini untuk mengenang apa yang pernah terjadi, dalam kejadian tragis 16 tahun yang lalu. Saat ini, Indonesia dan Australia, kedua negara adalah teman yang baik dan menjalin keamanan dan menjaga dari hal-hal terorisme," tambahnya.

Menteri Josh juga menjelaskan, saat ini Indonesia dan Australia telah berkolaborasi untuk mengambil SDM dan bekerjasama dengan erat untuk mencegah terorisme.

"Ada banyak hal dilakukan dalam berkolaborasi untuk keamanan Indonesia bersama Australia Federal Police untuk berbagi informasi untuk mencegah ancaman bahaya dan terorisme," ujarnya.

menteri australia dan duta besar inggris di groud zero bali

Sementara, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengucapkan, bahwa kehadiran kedutaan Inggris di Monumen bom Bali, untuk berbela sungkawa atas tragedi 16 tahun silam untuk seluruh korban di seluruh dunia, khususnya masyarakat Bali.

"Bali adalah tempat pariwisata untuk turis dan juga untuk berlibur. Kami mengingat hal ini sangat sedih dan kami juga menjalin hubungan kembali dengan Indonesia sejak lama, sejak kejadian 16 tahun yang lalu," ujarnya.

Malik juga menjelaskan, dengan adanya tragedi bom tersebut. Pihak Inggris dengan Indonesia dan Australia membangun kembali semua keamanan dan pertahanan untuk mencegah adanya terorisme.

"Kami juga berkolaborasi untuk saling membantu sistem keamanan di Indonesia dan menjaga keamanan untuk mencegah terorisme kembali," imbuhnya.

Malik juga mengungkapkan, bahwa Inggris, Australia dan juga Amerika secara spesifik untuk membantu mencegah adanya terorisme dengan membuat sistem keamanan dengan membukan training center di Semarang, Jawa Tengah.

"Kami sudah bekerja sama dari Inggris, Australia dan Amerika untuk membantu sistem keamanan mencegah terorisme di Indonesia dan membuka training center di Semarang yang mencegah adanya terorisme dan mengantisipasi bahaya lain yang mengancam bagi bangsa. Seperti halnya cyber crime dan juga terorisme," tutupnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Kunjungi pameran, Menteri Arief Yahya dikelilingi para 'bidadari'
Cerita kepanikan warga Jembrana Bali saat diguncang gempa 6,3 SR
Gempa Situbondo terasa di Surabaya, warga panik dan trauma
31 Penerjun meriahkan deklarasi taman wisata dunia di Bali
Situbondo Jawa Timur dan Bali diguncang gempa 6,3 SR
Gempa 6,3 SR rusak 4 rumah dan 1 masjid di Sumenep Jatim
Bangunan sekolah hingga kantor Samsat di Jembrana rusak terdampak gempa 6,3 SR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami