Peringatan Supersemar di TMII, pelajar SMP kompak berbaju wajah Soeharto

PERISTIWA | 11 Maret 2018 11:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Peringatan peristiwa Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Jakarta, Minggu (11/3). Di depan pintu masuk terlihat beberapa spanduk berisikan foto Presiden RI ke-2, Soeharto.

Tidak hanya itu, terlihat ratusan orang tua dan pelajar kompak mengenakan baju dengan foto Soeharto. Mereka berkumpul di depan Candi Bentar. Kaos tersebut bertuliskan Bapak Pembangunan Bangsa.

Nazwa (13), pelajar SMPN 25 Jakarta turut hadir mengenakan baju berwajah Pak Harto. Dia mengaku diminta gurunya untuk datang ke TMII.

"Iya disuruh guru datang ke sini," ucap Nazwa di lokasi, Minggu (11/3/2018).

Disinggung wajah di kaos yang dikenakan, dia mengaku mengetahui sosok Presiden yang dijuluki Bapak Pembangunan. "Ini Presiden kedua. Bapak pembangunan," tutur Nazwa.

Hingga Pukul 09.00 WIB, anak almarhum Soeharto, seperti Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), Siti Hediati Hariyadi (Mbak Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek), belum terlihat hadir.

Diketahui, hari ini dalam rangka mengenang Presiden kedua RI Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, Yayasan Damandiri bersama tujuh Yayasan yang didirikan HM Soeharto mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk: "Bulan HM Soeharto".

Kegiatan yang sudah dimulai di Yogjakarta sejak 1 Maret 2018 itu akan berlanjut dengan kegiatan bakti sosial dan pentas seni budaya yang mengambil momentum peringatan Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Panggung Candi Bentar, Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Supersemar sendiri merupakan surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret masih menuai pro kontra. Sebagian sejarawan mengatakan bahwa ada berbagai versi Supersemar. Sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com


Kedatangan Anies dan istri disambut takbir jemaah zikir di At-Tin
CIA rilis detik-detik jelang terbitnya Supersemar
Polemik Supersemar, Mahfud MD minta bangsa Indonesia move on
Mengenang 50 inisiatif Presiden Soeharto dalam pameran
Supersemar persoalan secarik kertas, tapi yang lebih utama dampaknya

(mdk/noe)

TOPIK TERKAIT