Peringati HUT TNI, 7000 Bibit Mangrove Ditanam di Banyuwangi

PERISTIWA » BANYUWANGI | 7 Oktober 2019 16:42 Reporter : Mohammad Ulil Albab

Merdeka.com - Dalam rangka memperingati HUT ke - 74 Tentara Nasional Indonesia (TNI), jajaran TNI, pelajar, relawan SAR dan masyarakat Banyuwangi melakukan penanaman ribuan pohon mangrove, di Pantai Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Senin (7/10).

Ratusan anggota TNI AD/AL, Polri memenuhi sepanjang muara yang ada di Pantai Syariah Pulau Santen. Mereka menanam ribuan bibit bakau atau tanaman penyusun mangrove di sisi barat dan timur muara dengan panjang lebih dari 200 meter.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko bersama forum pimpinan daerah, Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut Yulius Azz Zaenal, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0825, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, beberapa siswa sekolah, relawan SAR dan beberapa karyawan perusahaan. Para nelayan yang selama ini bersinggungan langsung dengan kawasan laut juga ikut turun ke dalam lumpur untuk menanam bakau.

Di sela aktivitas menanam mangrove, Yusuf mengapresiasi apa yang dilakukan oleh TNI. Penanaman mangrove ini bisa menyelamatkan bumi untuk anak cucu kita. Apalagi saat ini pantai menjadi destinasi yang menjadi unggulan masyarakat.

"Mangrove ini akan melindungi pantai dari abrasi, dan menangkal gelombang besar termasuk tsunami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam pelestarian lingkungan hidup, termasuk bagi masyarakat dan generasi penerus," kata Yusuf.

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut Yulius Azz Zaenal mengatakan ada 7000 bibit bakau yang ditanam hari itu.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari penanaman 300.074 bakau serentak yang dilakukan TNI di seluruh Indonesia dalam rangka peringatan HUT TNI ke 74. Pusat penanaman dilakukan di Jakarta, tapi semua wilayah terutama yang memiliki kawasan pantai menyiapkan penanaman bakau seperti ini. Tanaman mangrove semacam ini bisa menyerap empat sampai lima kali lebih besar karbon di udara," ujar Zaenal.

©2019 Merdeka.com

Dipilihnya pohon mangrove kata dia, untuk menjaga ekosistem seperti habitat ikan, pengurangan zat karbon di udara dan melokalisir nyamuk penyebab malaria. Selain itu untuk menjaga agar pantai tidak abrasi.

"Kami sengaja memilih pantai ini sebagai lokasi penanaman karena melihat abrasi di kawasan ini. Untuk menekan semakin meluasnya abrasi, maka melakukan penanaman ribuan bibit di sini," katanya.

Dandim 0825, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan, kawasan yang dipilih untuk penanaman bakau sendiri kebetulan adalah kawasan yang menjadi milik TNI. Meski demikian, kawasan tersebut menurutnya tetap perlu dijaga, karena selama ini memang menjadi salah satu kawasan mangrove yang telah menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi. Banyuwangi.

Selain melakukan penanaman bakau, lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan pembersihan kawasan dari sampah. "Hari ini juga menunjukkan jika kita (TNI) dan masyarakat semakin solid dalam menjaga kebersihan lingkungan. Semoga nanti Mangrove nya berkembang dengan baik," ujarnya.

Kegiatan ini diawali diawali dengan apel persiapan kegiatan penanaman pohon Mangrove, bertindak sebagai pengambil apel Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal dan diikuti forpimda.

(mdk/hhw)