Periode Kedua, Jokowi Siap Buat Keputusan 'Gila' Asal untuk Kepentingan Negara

PERISTIWA | 16 Juni 2019 18:39 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengaku siap mengambil keputusan 'gila' di periode kedua pemerintahannya. Namun, katanya, keputusan gila memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.

"Saya dalam lima tahun ke depan Insya Allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan-keputusan yang gila-gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan," tegasnya saat menghadiri Halal Bi Halal Aktivis 98 se-Indonesia di Grand Ballrom Puri Sahid Jaya Hotel Jakarta, Minggu (16/6).

Jokowi juga menyatakan siap dikritik pelbagai pihak. Termasuk kritikan dari aktivis 98. Menurutnya, aktivis 98 harus berani mengevaluasi kinerja pemerintah baik yang sudah dikerjakan maupun yang sedang dikerjakan.

"Kita harus berani mengoreksi apa yang masih harus dikerjakan, apa yang masih kurang, apa yang harus diselesaikan. Ini jadi koreksi kita bersama," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut sebagai bangsa besar Indonesia membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjalankan roda pemerintahan, di antaranya aktivis 98. Tidak hanya keterlibatan dalam mengkritik pemerintah tapi juga masuk ke dalam lingkaran birokrasi.

Dengan harapan, keterlibatan itu memberikan kemajuan bagi bangsa Indonesia.

"Jadi sekali lagi negara ini membutuhkan kebersamaan kita semuanya untuk bekerja sama, untuk bersama-sama membangun negara ini. Negara ini besar, persoalan-persoalan juga besar-besar," katanya.

Baca juga:
Ditanya Tinggalkan Koalisi Prabowo, Ketum PAN Minta Tunggu Putusan MK
Kubu Jokowi: Gugatan Prabowo-Sandi Tak Perlu Ditanggapi Serius
Jawab Tuduhan Kerahkan ASN, TKN Jokowi Sebut yang Menang di Garut Prabowo
Presiden Jokowi Sebut Waduk Muara Nusa Dua akan Disulap jadi Objek Wisata
Ketua MK: Bukti Kubu Prabowo-Sandi Belum Lengkap
Iklan Infrastruktur di Bioskop Dibahas di MK, Ini Jawaban Kubu Jokowi
Ditolak KPU dan Kubu Jokowi, MK Tetap Terima Perbaikan Tim Prabowo

(mdk/lia)