Hot Issue

Perjalanan Jokowi ke Ukraina dan Rusia di Tengah Situasi Perang

Perjalanan Jokowi ke Ukraina dan Rusia di Tengah Situasi Perang
Jokowi Kunker ke Timur Tengah dan Eropa. ©2022 Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
NEWS | 27 Juni 2022 05:24 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah negara luar yakni Jerman serta Uni Emirat Arab. Tak hanya itu, Jokowi juga mengunjungi ibu kota Ukraina dan Rusia di tengah situasi perang kedua negara itu.

Untuk di Jerman, Jokowi yang merupakan Ketua Presidensi G20 ini akan menghadiri kegiatan atau acara KTT G7. Di sana, nantinya ia akan mengajak negara-negara G7 untuk mencari solusi dalam mengupayakan perdamaian di Ukraina dan Rusia.

Lalu untuk di Ukraina, Jokowi akan langsung mengunjungi Presiden Volodymyr Zelenskyy. Nantinya, ia akan meminta kepada orang nomor satu di Ukraina itu untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian.

"Saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu dengan Presiden Zelensky, misinya adalah mengajak presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian. Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," kata Jokowi.

2 dari 5 halaman

Tak hanya membawa perdamaian ke Ukraina saja, karena misi itu juga akan ia sampaikan kepada Presiden Vladimir Putin. Ia juga akan meminta kepada Putin untuk membuka ruang dialog serta melakukan gencatan senjata sekaligus menghentikan perang.

"Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog, dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," ujarnya.

Selain itu, terkait dengan kunjungan kerja Jokowi terhadap empat negara tersebut disebutnya tak hanya penting bagi Indonesia. Melainkan juga penting bagi sejumlah negara berkembang lainnya.

"Kunjungan ini bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga penting bagi negara-negara berkembang untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang, dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan. Dan selama saya di luar negeri, pemerintahan akan dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden," tutupnya.

3 dari 5 halaman

Dalam melakukan kunjungan ke negara yang kini tengah dalam situasi perang, sebanyak 39 pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah disiapkan untuk melakukan pengawalan terhadap Jokowi selama kunker. Puluhan pasukan itu nantinya akan selalu melekat untuk memberikan pengamanan.

Diketahui, 39 Tim pengamanan itu terdiri dari 19 orang tim Main Group (pengamanan utama), 10 tim Matan (penyelamat) serta 10 orang tim Advance (pendahulu).

"Untuk main groupnya kita sendiri tetap penyelamatan dengan mengcover beliau secara langsung. Nanti kalau seandainya matan punya tugas masing-masing. Itu juga sidah kita siapkan, matan 10, main groupnya sendiri itu ada 19, kemudian advancenya 10 nanti yang akan berada di sana, memang kita sudah bagi," kata Dapaspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

"Kalau kita sendiri yang melekat ke beliau ada 19 ditambah yang matan-nya sendiri 10 di sana, berarti 29 ditambah dengan 10 orang (advance) yang sudah standby di sana," tambahnya.

Budi melanjutkan, Paspampres sudah menyiapkan helm dan rompi untuk kepala negara. Pihak Ukraina juga sudah memberi keleluasaan untuk menggunakan senjata laras panjang dengan amunisi yang tidak terbatas.

"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di sana kita juga sudah siapkan semuanya, untuk senjata yang biasanya kita tidak menggunakan senjata laras panjang," tuturnya.

"Dari pihak Ukraina juga sudah memberi kita keleluasaan untuk membawa senjata laras panjang sesuai dengan jumlah personel Paspampres kita dengan amunisi yang tidak terbatas," sambungnya.

4 dari 5 halaman

Budi percaya diri terhadap keamanan kepala negara di daerah perang itu. Dia menyebut, Paspampres terdiri dari tim dari satuan-satuan khusus yang sudah terlatih dan siap menyelamatkan Jokowi.

"Semuanya dari paspampres, paspampres kan punya ada tim Penyelamatan sendiri, ada timnya sendiri jadi sebelum kereta api jalan 3 jam sebelumnya kita sudah punya deteksi ada tim deteksi yang sudah kita siapkan dari awal," tutur Budi.

"Dan paspampres ini banyak terdiri dari pasukan pasukan khusus juga sehingga alhamdulillah kita juga tidak terlalu khawatir karena paspampres ini ada dari Kopassus ada dari Denjaka ada dari Paskhas ada. Alhamdulillah kita percaya diri," sambungnya.

Budi menambahkan, beberapa pekan lalu hingga sekarang, Paspampres sudah berlatih. Latihan itu berupa antisipasi kejadian dan penyelamatan.

"Contohnya penyelamatan dari kereta api, penyelamatan di Stasiunnya sendiri, di jalan seperti apa, mengescape beliau itu kita sudah latihan, itu dari teknisnya," katanya.

5 dari 5 halaman

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi mengatakan, kunjungan tersebut akan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Presiden ke luar negeri pada akhir Juni, dan dilakukan dalam situasi yang masih sangat kompleks. Hal itu terkait dengan peperangan yang masih berlangsung di Ukraina.

"Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai presiden G20 dan salah satu anggota champion group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk oleh Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam," papar Menlu.

Dia menambahkan bahwa Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin negara Asia pertama yang melakukan kunjungan ke dua negara tersebut sejak Rusia melancarkan apa yang disebut sebagai operasi khusus di Ukraina.

Menurut Menlu, kunjungan Presiden merupakan cerminan kepedulian terhadap kemanusiaan serta upaya memberikan kontribusi untuk menangani dampak yang dirasakan oleh berbagai negara di dunia akibat peperangan tersebut.

"Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara, terutama negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah," ujarnya.

Selain itu, kunjungan tersebut juga sebagai upaya untuk mendorong semangat perdamaian. Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ke beberapa negara.

(mdk/eko)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini