Perjalanan kapal terganggu cuaca buruk, 3 WN Filipina terdampar di Pulau Maratua

Perjalanan kapal terganggu cuaca buruk, 3 WN Filipina terdampar di Pulau Maratua
Ilustrasi evakuasi korban. ©2016 Merdeka.com
PERISTIWA | 24 Februari 2018 02:32 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Aparat gabungan TNI dan Polri mengamankan 3 warga Filipina, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur. Kapal yang digunakan ketiganya terdampar di pulau itu akibat cuaca buruk di perairan dari Tawau Malaysia menuju Tawi-tawi Filipina.

Keterangan diperoleh, ketiga WN Filipina itu adalah Bilibilalan (51), Saleh (43) dan Arbin (21). Mereka berangkat dari Tawau Malaysia, Senin (19/2) malam, menuju ke Bongao, wilayah Tawi-tawi, Filipina.

Di tengah perjalanan di perairan yang harus menempuh sehari semalam agar sampai di Tawi-tawi, mereka diadang cuaca buruk setelah menempuh 8 jam perjalanan hingga akhirnya terdampar di Pulau Maratua. Warga pun melapor kehadiran ketiganya, di Maratua.

"Ya benar ada 3 warga Filipina, dan diamankan pagi tadi, oleh tim gabungan Koramil, Polsek dan petugas pos TNI AL di Maratua. Kapal mereka tidak dilengkapi GPS atau radar cuaca. Cuaca kurang bagus, mereka singgah di pulau, yang ternyata itu Maratua," kata Dandim 0902 Tanjung Redeb Letkol Cpn Ronny Nuswantoro Hadi, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (23/2).

Selain akibat cuaca buruk, kapal yang digunakan ketiganya juga mengalami gangguan mesin. Di Maratua, mereka lantas menginap di penginapan dan meminta makan dan minum.

"Mereka kan logistik tidak ada, dan terombang ambing. Karena wilayah Matatua cukup kami kenal, pemilik penginapan itu melapor ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kita periksa, ketiganya benar warga Filipina," ujar Ronny.

Terhadap ketiga WN Filipina itu, lanjut Ronny, juga telah dimintai keterangan. "Yang melaksanakan pemeriksaan itu, dari aparat gabungan Koramil, Polsek dan pos AL di Maratua," imbuhnya.

Dijelaskan Ronny, saat ini, ketiganya masih berada di Maratua. "Rencananya Sabtu (24/2) besok dibawa ke Tanjung Redeb, untuk koordinasi lebih lanjut ke Kantor Imigrasi Tanjung Redeb. Sejauh ini, barang bawan mereka ini, tidak ada yang mencurigakan," tandasnya. (mdk/gil)


Bule Inggris berkaos palu arit diamankan di Bandara Soekarno-Hatta
Ketua DPR minta Timpora dan BIN perketat pengawasan WNA
53 WN asal China diamankan di dalam bus saat hendak menuju Gresik
Imigrasi Bekasi kembalikan 270 ekspatriat ke negara asal
Imigrasi Surakarta deportasi 30 WNA, terbanyak dari China
Imigrasi deportasi 64 WNA di Mataram
Kekurangan personel, Imigrasi Samarinda tak bisa terus pantau gerak-gerik WNA

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami