Perjalanan Kasus Veronica Koman Sampai Diburu Polri ke Luar Negeri

PERISTIWA | 5 September 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Nama Veronica Koman belakangan ramai menjadi pemberitaan. Perempuan yang dikenal sebagai aktivis ini ditetapkan polisi sebagai tersangka karena diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks terkait isu Papua.

Veronica dianggap berperan sebagai penyebar berita bohong atau hoaks serta provokasi terkait dengan Papua. Hal itu dilakukannya melalui media sosial twitter dengan akun @VeronicaKoman.

Polisi sudah mengetahui keberadaan Veronica saat ini. Aktivis yang biasa mengadvokasi orang tak mampu dan imigran agar mendapat haknya sesuai hukum internasional itu diketahui berada di luar negeri. Berikut ulasan perjalanan kasus Veronica Koman hingga diburu Polri ke luar negeri:

1 dari 3 halaman

Menyebarkan Berita Bohong melalui Twitter

Veronica Koman melalui akun Twitternya @VeronicaKoman menyebarkan berita bohong alias hoaks terkait isu Papua. Tak tanggung-tanggung, Veronica menuliskan kabar seperti polisi menembak asrama Papua, hingga 43 mahasiswa Papua yang ditangkap tanpa alasan yang jelas.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menjelaskan ada juga tulisan momen polisi mulai tembak ke dalam asrama Papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa. "Semua kalimat diinikan ke dalam bahasa Inggris," tegasnya.

Karena dianggap sangat aktif melakukan provokasi, Veronica pun dijerat dengan pasal berlapis oleh polisi. Di antaranya, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008. "Jadi kita ada empat undang-undang yang kita lapis," katanya.

2 dari 3 halaman

Meminta Bantuan Interpol dan BIN

Polri tidak bekerja sendiri untuk menangkap Veronica Koman. Polri menggandeng, Interpol, Badan Intelejen Negara (BIN), dan instansi terkait lainnya.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan Veronica saat ini diketahui keberadaannya di luar negeri. Namun sayang, Kapolda tidak mau menyebutkan, tempat Veronica kini tengah bermukim di negara mana.

"Yang bersangkutan sekarang berada di luar negeri, keluarganya ada di luar negeri," ujarnya.

"Saat ini kita akan bekerjasama dengan Mabes Polri dengan BIN, satgas dengan interpol, karena yang bersangkutan sekarang berada di luar negeri. Kami akan kerjasama terutama dengan interpol, ada tahapan-tahapan kita akan layangkan tersangka, kalau perlu ada red notice," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Veronica Aktif Sering Provokatif di Twitter

Setelah pendalaman dari media dan hasil dari handphone serta pengaduan dari masyarakat, polisi menyatakan Veronica dianggap sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoaks dan juga provokasi.

Untuk memburu Veronica, polisi pun bekerjasama dengan Mabes Polri dengan BIN, Satgas dengan interpol. Ia bahkan menyebut, akan melayangkan red notice melalui interpol.

"Saat ini kita akan bekerjasama dengan Mabes Polri dengan BIN, satgas dengan interpol, karena yang bersangkutan sekarang berada di luar negeri. Kami akan kerjasama terutama dengan interpol, ada tahapan-tahapan kita akan layangkan tersangka, kalau perlu ada red notice," jelasnya. (mdk/dan)

Baca juga:
Jadi Tersangka, Ini Kalimat Provokatif Disebar Veronica Koman di Medsos
Polisi Gandeng Interpol Buru Veronica Koman, Tersangka Provokasi Asrama Papua
Veronica Koman, Tersangka Kasus Papua Pernah Bela Ahok Sampai Hina Jokowi
Polisi Tetapkan Veronica Koman Tersangka Provokasi di Asrama Mahasiswa Papua
Isi orasi diduga hina Jokowi, Veronica Koman akhirnya dipolisikan