Perjuangan Ibu Besarkan Anak Derita Hydrocephalus di Surabaya

PERISTIWA | 6 Desember 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Dina Oktavia (21) harus mengurus anaknya, Muhammad Pandhu Firmansyah sendirian. Sejak Pandhu lahir, sang suami belum juga menjenguknya. Kondisi Pandhu memang tak seperti anak pada umumnya.

Menurut dokter, Pandhu mengalami Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele, atau Hydrocephalus. Meski begitu, Dina tetap tegar menjalani hari bersama Pandhu.

1 dari 3 halaman

Dugaan Penyebab Kelainan Sang Anak

Dina Oktavia (21) mengaku saat masih mengandung Pandhu, kakinya pernah digigit tikus hingga berdarah. Kejadian ini diduga menjadi penyebab anaknya mengalami kelainan Hydrocephalus.

Menurut informasi dokter, Dina menjelaskan bahwa kelainan anaknya karena virus yang berasal dari hewan. Dokter juga mengatakan secara medis sang anak diketahui tengah menderita penyakit yang disebut Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele.

"Itu katanya karena kena virus yang berasal dari hewan. Dan saat saya hamil, kebetulan saya pernah digigit tikus sampai berdarah di kaki," ujarnya, Rabu (4/12).

Akibat penyakit tersebut sang anak mengalami ketidaksempurnaan fisik. Terutama pada bagian wajah.

2 dari 3 halaman

Keinginan untuk Bercerai

Mengetahui kondisi sang anak yang kurang sempurna, Dina mengaku suaminya dan mertuanya tidak pernah menjenguk lagi. Hal ini yang membuat Dina semakin yakin untuk menggugat cerai suaminya.

"Saya sedih melihat anak saya. Tapi saya menerimanya dengan apa adanya. Beda dengan suami, yang justru tidak mau menerima kondisinya. Saat tahu kondisi Pandhu, dia (suami) malah pergi jalan-jalan sama teman-temannya," katanya.

Sang suami sempat mempersilakan Dina mengurus gugatan perceraian. Namun, dengan syarat semuanya ditanggung sendiri oleh Dina selaku penggugat.

"Dia bilang suruh nanggung sendiri biaya perceraian. Padahal dia tahu saya tidak bekerja dan orangtua saya orang tidak mampu," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Mengurus dan Membesarkan Sang Anak

Selama ini, Dina telah menerima dengan lapang dada kondisi fisik sang anak, Muhammad Pandhu Firmansyah. Dia bertekad membesarkan sang buah hatinya itu dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

Saat ini, dia masih fokus pada kesehatan sang anak. Dia cukup bersyukur mendapatkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak.

"Saat ini cairan di kepala sudah dikurang. Saya hanya berharap pada kesembuhan Pandhu saja," harapnya.

Ke depan, untuk merawat sang buah hati, dia berencana membuka usaha kecil-kecilan demi menopang hidup. Sebab, selama ini dirinya tidak bekerja demi merawat sang buah hati.

"Tapi dulu saya pernah membuat minuman kemasan yang saya jual secara online. Sekarang ini masih berhenti, karena fokus pada Pandhu. Mudah-mudahan nanti kalau semuanya sudah selesai, saya akan usaha kecil-kecilan lagi," ungkapnya. (mdk/dan)

Baca juga:
VIDEO: Perjuangan Dina Rawat Bayi Hydrocephalus Setelah Ditinggal Kabur Suami
Kisah Pilu Istri di Surabaya Ditinggal Suami Usai Lahirkan Bayi Hydrocephalus
Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Pihak Sekolah
Nenek Sumirah Hidup Sebatang Kara, Jualan Sapu Lidi agar Tidak Mengemis
Ma'ruf Amin Harap Hasil Rapimnas Kadin Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Pemprov Jatim Alokasikan Rp7,441 Triliun Dana Desa untuk Pengentasan Kemiskinan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.