Perkembangan Calon Vaksin Covid-19 dari Seluruh Dunia, Tiga Diuji di Indonesia

Perkembangan Calon Vaksin Covid-19 dari Seluruh Dunia, Tiga Diuji di Indonesia
PERISTIWA | 6 Oktober 2020 18:09 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Hingga saat ini belum ada satupun vaksin di dunia yang sudah lulus uji klinis. Ini berdasarkan data mengenai kandidat vaksin dunia yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per tanggal 2 Oktober 2020.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebutkan, saat ini total ada 181 calon vaksin dari seluruh dunia yang sedang diuji. Rinciannya, 139 vaksin memasuki tahap pre klinis, 19 vaksin memasuki uji klinis fase 1, 13 vaksin memasuki uji klinis fase 2, dan 10 vaksin yang sedang memasuki uji klinis fase 3.

Sepuluh vaksin yang sudah memasuki uji klinis fase 3 antara lain Biotech Sinovac, Sinopharm, dan Beijing Institut of Biological Products. Ketiganya berasal dari China. Kemudian dari Biotech Genexine Korea, Gamaleya Research Institut Russia, BioNtech Jerman, University of Oxford Inggris. Kemudian dari Amerika ada dua calon vaksin, yakni Novovax dan NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases).

Dari sepuluh vaksin tersebut, Wiku menyebut ada tiga vaksin yang sudah mengadakan perjanjian akses dengan pemerintah Indonesia. Yang pertama adalah Sinovac. Seperti diketahui, saat ini vaksin Sinovac sedang diuji klinis di Bandung. Bekerja sama antara Bio Farma dengan Universitas Padjajaran (Unpad).

"Yang kedua adalah Sinophram, PT Kimia Farma yang bekerja sama dengan Sinopharm yang saat ini sedang diuji klinis di Arab (UEA), dengan target subjek 22.000 orang," ujar Wiku saat konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/10).

Ketiga yaitu Vaksin dari Genexine, Korea Selatan. Bekerja sama dengan PT Kalbe Farma.

Wiku menambahkan, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan vaksin dalam negeri seperti pengembangan vaksin Merah Putih oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Pengembangan vaksin ini dipimpin Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN)

Dia berharap, masyarakat Indonesia bisa sadar bahwa penemuan vaksin membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, ia juga menyampaikan alur pengembangan vaksin.

"Kami ingin menyampaikan tentang alur pengembangan vaksin agar kita semuanya paham tentang proses tersebut. Prosesnya panjang, dimulai dari penelitian dasar, uji pre klinis, kemudian uji klinis fase satu yang diberikan ke sekelompok kecil orang untuk meningkatkan kekebalan," paparnya.

Pada uji klinis fase 2, vaksin akan disuntikkan ke ratusan orang atau subyek, sehingga para ilmuwan dapat mempelajari tentang keamanan dan dosis yang tepat. Pada uji klinis fase 3, vaksin diberikan ke ribuan orang untuk memastikan keamanannya, termasuk keefektifan.

Dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk selalu waspada, serta pemerintah juga harus selalu memonitor tracing virus maupun kondisi kesehatan warganya.

"Mengingat belum ada vaksin covid-19 yang sudah lulus uji klinik fase 3 sampai dengan berakhir, sekarang kewaspadaan terhadap virus Corona dan monitoring tetap harus dilakukan," ujar Wiku.


(mdk/noe)

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami