Perkuat Persatuan, Dirjen Polpum Gelar Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersatu

PERISTIWA » MALANG | 20 September 2019 11:23 Reporter : Syintia Dewi Samantha

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) melaksanakan kegiatan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersatu pada Pekan Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun 2019. Acara ini digelar di Hotel RatanInn, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (20/9/2019).

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo mengatakan, pemerintah telah menegakkan kedaulatan di berbagai bidang. Dari perairan dan laut Indonesia, batas-batas wilayah negara, pengelolaan kekayaan alam dan tambang, perlindungan hukum bagi warga negara Indonesia di luar negeri hingga penegakkan hukum bagi warga negara asing dan kapal-kapal asing.

Menurut Soedarmo, di forum-forum luar negeri, Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati dan disegani. Di sisi lain, masyarakat dituntut untuk melakukan perubahan sesuai dengan kondisi dan kebijakan yang ada. Di kota-kota besar bagaimana jasa transportasi seperti Trans atau Bus Way, commuter line, MRT, hingga transportasi online telah membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Pembangunan fisik jalan-jalan, jembatan, gedung, bendungan, pelabuhan dan bandar udara juga bakal akan mengubah kegiatan perekonomian. Nantinya ini semua bakal juga akan mengubah karakter sosial budaya masyarakat secara perlahan.

"Perkembangan teknologi dan internet juga telah mengubah wajah masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi dan mengeluarkan pendapat. Ini termasuk tuntutan perubahan terhadap pelayanan publik pemerintah ke dalam sistem dan teknologi yang bersifat online untuk mengarah kepada pelayanan publik yang efisien, efektif, dan profesional," tutur Soedarmo.

©2019 Merdeka.com

Menurut Soedarmo, Pemilihan Umum Tahun 2019 merupakan salah satu contoh keberhasilan dimana angka partisipasi pemilih yang tinggi yaitu 81 persen di atas target nasional. Pengoptimalan Forum Dialog Publik di daerah seperti forum PPWK, FPK, FKUB dan FKDM hingga pemberdayaan kemitraan organisasi kemasyarakatan dalam pemantapan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI menjadi upaya dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

"Namun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak juga Pekerjaan Rumah yang mesti kita benahi dalam permasalahan persatuan bangsa, toleransi dan perbedaan pendapat dalam berdemokrasi. Adanya insiden di Kota Surabaya, Malang, dan Semarang yang berimbas pada timbulnya kerusuhan di beberapa kota di Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan contoh PR yang harus kita segera selesaikan sehingga kejadian yang serupa tidak terulang kembali," terangnya.

"Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersatu ini kiranya menjadi momen kita bersatu dalam upaya membina persatuan, kerukunan dan kehidupan demokrasi Pancasila. Pemerintah beserta semua elemen bangsa bekerja keras dalam mewujudkan Perilaku Indonesia Bersatu," tutup Soedarmo.

(mdk/hhw)