Perkuat Toleransi dan Solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19

Perkuat Toleransi dan Solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19
Nakes dan Pasien Bermain Angklung. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 6 Agustus 2021 15:13 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Menghadapi pandemi Covid-19 solidaritas serta toleransi harus terus diperkuat. Untuk itu masyarakat diminta menghidupkan dan menggali tradisi baik untuk dikembangkan dan dijalankan.

"Kesehatan maupun ekonomi kita ini akan bisa tumbuh kalau solidaritas dan juga toleransi itu terbangun di kalangan masyarakat," ujar Budayawan Ngatawi Al Zastrouw dalam keterangannya, Jumat (8/6).

Menurutnya, selama pandemi ini sudah banyak contoh-contoh dilakukan dari berbagai komunitas di Tanah Air. Seperti komunitas Taring Babi yang berisi anak-anak jalanan binaan dirinya. Mereka hampir setiap minggu melakukan konser amal.

Lalu komunitas di Yogyakarta dimotori seorang dosen menggerakkan guru besar hingga rakyat jelata untuk menghadapi Covid-19 ini. Masyarakat yang ekonominya kuat diajak guyub diajak patungan untuk mendukung mereka yang kesusahan.

"Itu dilakukan lintas agama, lintas iman, lintas etnis. Lalu ada juga komunitas Gusdurian yang juga telah memberikan bantuan mulai dari Aceh sampai beberapa tempat di Maluku. Nah contoh-contoh toleransi seperti ini yang harus diperkuat," katanya.

Ia menyebut, apabila masyarakat bisa bersikap toleran dan mau berempati maka tidak akan mau digerakkan untuk menimbulkan konflik-konflik perdebatan. Dirinya menyampaikan sejak dulu memang ada perbedaan pendapat menjelang berdirinya NKRI.

"Tetapi yang harus diingat mereka ini diikat oleh kesadaran untuk bertoleransi dan bertenggang rasa antara satu dan lainnya. Sehingga perbedaan bisa direkatkan dengan kemampuan toleransi," ungkap mantan asisten pribadi mendiang Gus Dur ini.

Intinya, tegas Ngatawi, dalam suasana pandemi ini faktor terpenting yang harus diupayakan adalah membangun kebersamaan bisa menumbuhkan sikap empati kepada sesama. Pemerintah harus bisa menjadi panutan masyarakat dengan memberikan contoh yang baik.

"Untuk para tokoh masyarakat harus bisa memberikan contoh bagaimana bertoleransi yang baik. Seperti tidak menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat yang bisa menimbulkan kontraproduktif," pungkasnya.

Baca juga:
Tingginya Angka kematian di Wisma Atlet: Pasien Datang Sudah Kritis
Cegah Kematian, Warga Garut Terpapar Covid-19 akan Dibawa ke Isolasi Terpusat
Jokowi Minta Panglima TNI Turunkan Hercules Jemput Logistik Obat dari Negara Lain
Moeldoko: Panglima Tertinggi Penanganan Covid-19 adalah Presiden
Moeldoko: Presiden Perintahkan Waspada Keterisian ICU di Luar Jawa

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami