Permohonan Pertimbangan Amnesti Baiq Nuril Dibacakan di Sidang Paripurna DPR Besok

PERISTIWA | 15 Juli 2019 18:22 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Surat permintaan pertimbangan DPR terkait amnesti terpidana kasus ITE dan korban pelecehan seksual Baiq Nuril telah diterima Dewan. Surat diserahkan oleh Presiden Joko Widodo sore ini.

Surat tersebut sudah diteruskan ke tangan ketua DPR Bambang Soesatyo.

"Benar, suratnya sudah saya teruskan ke ketua DPR. 20 menit lalu suratnya masuk dari Istana," ujar Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Senin (15/7).

Surat tersebut akan dimasukkan dalam agenda sidang paripurna DPR. Surat akan dibacakan dalam rapat paripurna, Selasa (16/7).

"Besok pagi akan langsung dimasukkan di agenda paripurna dan dibacakan suratnya di paripurna," kata Indra.

Diberitakan, Permohonan amnesti Baiq Nuril, terpidana kasus ITE yang juga korban pelecehan seksual, telah masuk ke meja Presiden Joko Widodo. Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, sudah menyerahkan kepada Jokowi melalui Mensesneg Pratikno.

Sudah kita serahkan ke pak Presiden melalui mensesneg, kita serahkan ke bapak presiden," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (15/7).

Yasonna mengatakan pihaknya sudah mengkaji amnesti dengan para pakar. Ada pandangan amnesti diberikan untuk kejahatan politik. Namun, pertimbangan dalam kasus Nuril, kata Yasonna demi kemanusiaan.

Baca juga:
Dibaca Sambil Menangis, Ini Surat Baiq Nuril untuk Presiden Jokowi
Baiq Nuiril Serahkan Permohonan Amnesti ke Moeldoko
Yasonna Sebut Permohonan Amensti Baiq Nuril Sudah Diserahkan ke Jokowi
Temui Moeldoko, Baiq Nuril Serahkan Surat Dukungan Memohon Amnesti ke Jokowi
Mahfud MD Sebut Amnesti jadi Alternatif yang Paling Mungkin Bebaskan Baiq Nuril
Ketua DPR Minta Jokowi Segera Kirim Surat Amnesti Baiq Nuril
Baiq Nuril Temui Jaksa Agung Minta Penangguhan Eksekusi

(mdk/lia)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com