Pernah Jadi Sasaran Teror Bom, Gegana Sisir Gereja Kepunton Solo Jelang Natal

Pernah Jadi Sasaran Teror Bom, Gegana Sisir Gereja Kepunton Solo Jelang Natal
PERISTIWA | 23 Desember 2019 16:36 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menjelang Hari Natal, Polresta Surakarta melakukan penyisiran ke sejumlah gereja, Senin (24/12). GBIS Kepunton yang pernah menjadi sasaran bom bunuh diri tahun 2012 mendapatkan perhatian khusus.

Polresta Surakarta mendatangkan tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jateng untuk menyisir Gereja Kepunton dan 15 gereja yang masuk dalam kategori 1 lainnya.

Di Gereja Kepunton, polisi menemukan benda mencurigakan. Benda yang dibungkus tas plastik hitam tersebut dibuka polisi dan diperiksa. Namun setelah diperiksa ternyata berisi sebuah adaptor.

"Tadi ditemukan plastik, setelah dicek, ternyata isinya semacam adaptor untuk kegiatan kebaktian Natal dan itu milik gereja," ujar Kasubag Dalops Polresta Surakarta, Suwandi.

Suwandi menyampaikan, di Gereja Kepunton terdapat 32 CCTV yang setiap saat bisa dipantau. CCTV tersebut, menurut dia, sangat membantu petugas keamanan untuk memantau kondisi keamanan selama ibadah Natal.

Selain Kepunton, lanjut dia, tim Brimob juga menyisir dua gereja prioritas lainnya yang memiliki jumlah jemaat yang cukup besar. Yakni Gereja Katolik Paroki St Perawan Maria Regina Purbowardayan, dan Gereja El Saddai. Selanjutnya 16 gereja yang masuk kategori 1 juga akan disisir dan di sterilisasi.

Gereja prioritas utama tersebut, dikatakannya, lokasinya berada di pinggir jalan, memiliki jumlah jemaat lebih dari 1.000 orang, dan misa kebaktian lebih dari satu atau dua kali.

"Gereja-gereja (prioritas) ini yang kami utamakan sterilisasi dulu walaupun nanti gereja yang lainnya juga kita sterilisasi," imbuh Suwandi.

Sebelum Kepunton, tim Jibom Polda Jateng terlebih dulu menurunkan satu tim penjinak bom 10 personel di Gereja Katolik Paroki St Perawan Maria Regina di Kecamatan Jebres. Semua sisi gereja mendapatkan perhatian dari kepolisian.

Halaman, altar, hingga kantor di gereja yang memiliki 4.000 jemaat tersebut tak luput dari perhatian polisi. Pemeriksaan juga menggunakan metal detector untuk mengecek setiap sudut ruangan, termasuk di dalamnya kursi, meja mimbar dan lilin, serta beberapa pernik-pernik di dalam gereja.

Untuk pengamanan, lanjut Suwandi, Polresta Surakarta akan menempatkan 9 personel ditambah 1 perwira pengendali untuk satu titik gereja kategori 1. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa tas dan benda-benda berlebihan saat beribadah Natal.

Komandan Unit I Jibom Brimob Batalyon C Polda Jateng, Iptu Maruto Jono menambahkan, kegiatan sterilisasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang tak diinginkan dan menciptakan suasana kondusif selama ibadah Natal berlangsung.

"Sterilisasi tidak hanya hari ini saja, tetapi besok tiga atau empat jam sebelum ibadah, kami juga akan melakukan sterilisasi di gereja yang mendapatkan prioritas pengamanan," jelas Maruto. (mdk/bal)

Baca juga:
Ketua DPR Harap Perayaan Natal 2019 Berlangsung Aman, Ingatkan Warga Jaga Toleransi
Kendaraan Menumpuk di Palembang - Banyuasin, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Lain
Keluarga Diperbolehkan Kunjungi Tahanan KPK di Hari Perayaan Natal
500 Personel Banser Disebar untuk Bantu Amankan Ibadah Natal di NTT
Kebakaran Hutan Masih Parah, Australia Ingatkan Wisatawan agar Tunda Liburan Natal
Operasi Lilin Matoa 2019 Dimulai, 2.025 Personel Polda Papua Siaga di Objek Vital

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami