Perseteruan Jakarta-Bekasi merembet hingga urusan Adipura

Perseteruan Jakarta-Bekasi merembet hingga urusan Adipura
Sampah. ©2013 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 November 2015 06:09 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Perseteruan antara Provinsi DKI Jakarta dan Kota Bekasi nampaknya meluas. Setelah sebelumnya keduanya ribut soal sampah, kini merembet hingga urusan penghargaan Adipura.

Ceritanya, Pemerintah Kota Bekasi geram karena piala Adipura melayang. Pemicunya masih soal sampah. Bahkan mereka kabarnya menduduki peringkat empat kota besar terkotor di Indonesia tahun ini.

Menurut pernyataan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, keberadaan TPST Bantargebang milik Provinsi DKI Jakarta di Kota Bekasi, dianggap turut menyumbang kegagalan meraih Adipura.

"Penilaian berdasarkan wilayah. Tim penilai tak menilai itu aset siapa. Karena itu, kami ingin DKI menata kembali TPST Bantargebang," kata Syaikhu di Bekasi kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, mengaku sudah memperkirakan Kota Bekasi tak bakal meraih Piala Adipura tahun ini. Menurutnya, hal itu disebabkan masih buruknya sistem pengelolaan sampah di wilayah Kota Bekasi.

"Jadi Pemprov DKI ikut andil dalam memperburuk citra Kota Bekasi dengan adanya TPST Bantargebang," kata Ariyanto.

Syaikhu mengatakan, Kementrian Lingkungan Hidup memberikan nilai 65,68 kepada Kota Bekasi. Sebab, pengolahan sampah di TPST Bantargebang dianggap belum baik.

"Penilaian lebih kritis, dan dititikberatkan pada pengolahan sampah di TPA," ucap Syaikhu.

Menurut Syaikhu, Kota Bekasi belum mampu mengolah sampah dengan baik. Bahkan, bank sampah berjumlah 120 unit belum mampu mengurangi volume sampah dibuang ke TPA Sumur Batu.

"Ke depan kami akan tambah bank sampah, sementara sampah di TPA akan diolah dengan maksimal," janji Syaikhu.

Kendati begitu, mereka mengakui tidak cuma sampah dari Jakarta membikin piala Adipura lepas. Syaikhu mengakui budaya masyarakat Bekasi terhadap kebersihan lingkungan masih buruk. Sebab ditemukan banyak TPS liar dan itu membuat penilaian buruk. Dia mencontohkan, banyaknya Tempat Pembuangan Sampah liar di sejumlah ruas jalan. Menurut dia, sumber sampah itu tidak jelas.

"Orang berangkat kerja sambil membawa kantung berisi sampah. Ketika mendapati TPS liar, mereka membuangnya," ujar Syaikhu. (mdk/ary)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami