Persiapan Layanan Jemaah Haji 2020 di Saudi Hampir Final

Persiapan Layanan Jemaah Haji 2020 di Saudi Hampir Final
PERISTIWA | 28 Maret 2020 14:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyebut, petugas penyiapan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi masih terus bekerja. Mereka terdiri dari tiga tim, yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Mereka berangkat ke Arab Saudi secara bertahap sejak pertengahan Februari.

Endang Jumali juga mengatakan bahwa persiapan layanan akomodasi di Makkah bahkan sudah hampir final. "Akomodasi Mekkah persiapannya sudah hampir final. Sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar 97.75 persen dari total kebutuhan," ujar Endang Jumali dari Jeddah melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

"Adapun untuk Madinah, sudah ada deal harga untuk 21.015 jemaah atau baru sekitar 34 persen dari target," sambungnya.

Sementara untuk konsumsi, tim penyedia layanan kata Endang sudah menyelesaikan proses verifikasi dokumen dan verifikasi faktual atau lapangan. Selanjutnya adalah negosiasi harga dengan pendaftar yang lolos verifikasi.

"Sekarang tim sudah deal harga dengan 25 perusahaan konsumsi di Makkah," jelasnya

Sedangkan untuk penyediaan layanan konsumsi jemaah di Madinah dan Bandara, kata Endang saat ini belum masuk tahap negosiasi harga.

Endang juga menyebutkan penyediaan layanan akomodasi dan konsumsi ditargetkan selesai pada minggu kedua bulan April. Adapun untuk layanan transportasi, saat ini baru menyelesaikan tahapan penilaian serta verifikasi dokumen dan lapangan. Prosesnya, ditargetkan selesai pada akhir April 2020.

Endang menambahkan bahwa saat ini proses pengadaan layanan akomodasi dan konsumsi masih terfokus di Makkah. Tim di Makkah belum bisa ke Madinah seiring adanya pengetatan aturan dan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi. Sementara proses pengadaan transportasi berlangsung di Jeddah.

"Waktu efektif tim penyedia layanan di Saudi saat ini hanya pagi hingga jam 13.00," tutur Endang.

Endang memastikan bahwa proses pengadaan akan berhenti sampai pada tahapan berita acara kesepakatan, belum sampai proses kontrak dan pembayaran uang muka. Kontrak dan pembayaran uang muka akan dilakukan setelah sistem e-Hajj dibuka kembali.

"Belum ada pembayaran, baik untuk layanan akomodasi, konsumsi, maupun transportasi," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Wabah Covid-19, Kemenag Perpanjang Masa Pelunasan Biaya Haji
Cegah Antrean Demi Antisipasi Corona, Kemenag Perpanjang Jadwal Pelunasan Biaya Haji
Cegah Virus Corona, BNI Syariah Terima Pelunasan Haji Lewat Mobile Banking
Saudi Kirim Surat Agar Indonesia Bersabar, Persiapan Ibadah Haji 2020 Tetap Berjalan
Seleksi Petugas Haji Tetap Digelar 18 Maret, Kemenag Siapkan Langkah Antisipasi
Kementerian Agama Siapkan Dua Skenario Penyelenggaraan Haji

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami