Pertahankan Budaya, Raja di Pulau Paling Selatan NKRI Dikukuhkan

PERISTIWA | 9 Desember 2019 10:58 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Setelah vakum sejak tahun 2011 silam, Kerajaan Termanu di Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, kini memiliki seorang raja dan permaisuri yang baru sejak Jumat (6/12).

Memakai pakaian kebesaran kerajaan masing-masing, sebanyak 43 raja dari berbagai wilayah di Indonesia tiba di Pantai Fopo. Mereka disambut tarian adat setempat dalam acara pengukuhan raja.

Bersama Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), raja-raja tersebut menghadiri pengukuhan Vicoas Trisula Pati Amalo dan Actry Mevi Amalo sebagai Manek atau raja serta permaisuri kerajaan Termanu.

Menunggang kuda putih, raja Vicoas dan permaisuri Mevi diantar pasukan bertombak yang dilengkapi panji, sembilan Maneleo atau ketua adat kerajaan Termanu untuk dilakukan ritual adat. Sebelum penyematan status raja dan permaisuri, dewan adat membacakan surat keputusan pemilihan secara aklamasi.

Vicoas diberi empat benda pusaka kerajaan termanu, yakni alkitab, bunga lontar emas, keris dan tongkat kebesaran, sebagai penerus kerajaan menggantikan kekuasaan raja sebelumnya.

Tamu undangan dibuat takjub dengan ritual pengukuhan raja dan permaisuri Termanu. Bahkan jauh-jauh dari Papua, bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka mengakui bahwa Indonesia kaya akan adat dan budaya, sehingga harus terus dilestarikan.

"Ya luar biasa ya, saya biasa menyaksikan pelantikan para pejabat dari tingkat atas sampai kepala kampung atau kepala suku kalo kami di papua, tapi kali ini saya menyaksikan yang beda. Ya luar biasa saya merasa diberkati berada di tempat ini dengan acara yang istimewa," ujarnya, Senin (9/12).

Menurut Costan, momentum ini sangat bagus untuk kebangkitan wisata kabupaten Rote Ndao. "Saya pikir ini momentum bagus untuk kebangkitan wisata disini, terutama pelestarian budaya di Rote, untuk kepentingan wisata terbangun di daerah ini," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Raja Vicoas Janji Selamatkan Budaya Kerajaan Termanu

Sementara itu menurut Vicoas, dirinya berkomitmen untuk menjaga, merawat dan melestarikan nilai-nilai budaya kerajaan Termanu ke depan, sehingga tidak terkikis akibat perkembangan zaman.

"Kami akan segera membangun kembali jaringan yang sudah terputus termasuk bangun kembali rumah adat. Sebenarnya jujur saya juga menolak kalo hal begini, tapi karena saya dapat tanda dari Tuhan maka saya terima. Untuk kesejahteraan adat dan budaya kita, otomatis kalo adat budaya kita bagus dan terjamin kesejahteraan itu ada disitu, untuk pengembangan wisata dan budaya Termanu, kami harus bicarakan dengan pemerintah daerah setempat karena tanpa pemerintah kita tidak bisa apa-apa," tegasnya.

Penobatan dan pengangkatan raja Termanu dihadiri utusan dari Palembang, Lampung, Jogja, Solo, Sumenep, Gowa, Berau, Bali, Lombok, Maluku dan putra mahkota Cirebon.

Dahulu, Termanu merupakan salah satu nusak atau kerajaan, yang terletak di Rote Ndao, pulau terselatan Indonesia dengan dua gugusan batu besar di pinggir pantai. Diyakini kedua batu itu sebagai sepasang suami istri, yang selalu menjaga kampung mereka dari segala ancaman bencana. (mdk/bal)

Baca juga:
Bukan di Negeri Dongeng, 4 Keturunan Raja ini Sederhana dan Merakyat
Cerita Prasasti Dinoyo 2 Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan Hancur oleh Martil Kuli Batu
Pusat Kerajaan Mataram Kuno diduga berada di Kalasan
5 Kerajaan yang melegenda di Indonesia
Kisah Ken Arok di Situs Karuman Malang
Arca dewa ditemukan di Tulungagung, sisa reruntuhan Kerajan Majapahit?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.